BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 17:18 WIB

Pertumbuhan Industri Kencan Online di Asia: Fokus Baru Perusahaan-perusahaan Besar

Pertumbuhan Industri Kencan Online di Asia: Fokus Baru Perusahaan-perusahaan BesarPertumbuhan Industri Kencan Online di Asia: Fokus Baru Perusahaan-perusahaan Besar

Perusahaan-perusahaan kencan online kini mengalihkan perhatian mereka ke pasar Asia, termasuk Indonesia, setelah menghadapi stagnasi di pasar Barat. Fenomena ini muncul seiring kelelahan pengguna dalam mencari pasangan secara daring di Amerika Utara dan Eropa.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Pasar Asia menunjukkan pertumbuhan pesat, terutama di kalangan perempuan yang semakin terbuka terhadap kencan daring. Hal ini terjadi berkat pengurangan stigma dan kebutuhan untuk menemukan pasangan di luar lingkungan kerja.

Pergeseran Pasar Kencan Online

Platform kencan online seperti Tinder dan Bumble mengalami tantangan dalam mempertahankan pengguna aktif di pasar Barat. Data terbaru menunjukkan pengguna aktif Tinder menurun 10% menjadi 51 juta pada paruh pertama 2025, dibandingkan tahun sebelumnya.

Bumble juga merasakan dampak penurunan pengguna sebesar 5%, dengan total 20,8 juta. Fokus baru pada pasar Asia memungkinkan perusahaan-perusahaan ini mengejar peluang di wilayah yang menunjukkan minat tinggi pada kencan online.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Pentingnya Perhatian untuk Generasi Muda

Indonesia dan Tren Kencan Online

Indonesia muncul sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan signifikan dalam pengguna aplikasi kencan online. Menurut data, negara-negara Asia, termasuk Indonesia, mendominasi lima negara teratas dalam hal pertumbuhan unduhan aplikasi kencan sepanjang 2025.

Meskipun pertumbuhan pengguna menjanjikan, pendapatan dari aplikasi ini belum menunjukkan hasil yang signifikan. Hanya Jepang yang dapat mencatat pertumbuhan pendapatan di antara negara-negara Asia lainnya.

Perspektif dan Adaptasi dalam Kencan Online

Shn Juay, Chief Executive dari Coffee Meets Bagel, menyampaikan bahwa perempuan di Asia kini lebih proaktif dalam mencari pasangan lewat aplikasi kencan. "Perempuan tak lagi bergantung pada keluarga dan teman untuk memperkenalkan mereka ke jodoh masa depan," ungkap Juay.

Pergeseran ini menuntut aplikasi kencan online untuk beradaptasi dengan norma budaya yang bervariasi di setiap negara. "Orang-orang di Asia cenderung lebih berorientasi pada tujuan tertentu, yaitu mencari pasangan dalam jangka waktu lama," tambah Juay.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pertumbuhan Industri Kencan Online di Asia: Fokus Baru Perusahaan-perusahaan Besar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!