Kritik Internasional Terhadap Konten Tidak Pantas di Platform Media Sosial X
Media sosial X, yang dimiliki oleh Elon Musk, menghadapi sorotan tajam dari berbagai negara karena penyebaran konten tidak pantas melalui fitur kontroversialnya.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Komisi Eropa dan regulator Inggris, Ofcom, dengan tegas menyatakan bahwa konten tersebut ilegal dan tidak dapat ditoleransi di wilayah mereka.
Komisi Eropa mengkritik keras penggunaan fitur yang dikenal sebagai spicy mode, merujuknya sebagai ilegal dan mengerikan. Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, menggarisbawahi, 'Ini bukan pedas. Ini ilegal. Ini mengerikan.'
Kecaman tersebut menunjukkan bahwa Eropa mengambil langkah tegas untuk melindungi masyarakat dari konten tidak pantas. Regnier menambahkan, 'Ini cara kami melihatnya dan tidak ada tempat di Eropa.'
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Ofcom, regulator komunikasi di Inggris, meminta penjelasan mendalam terkait fitur Grok yang menghasilkan gambar vulgar. Mereka menanyakan apakah platform X gagal memenuhi kewajiban hukum untuk memberikan perlindungan kepada pengguna.
Kekhawatiran semakin meningkat di Inggris, di mana Ofcom mengonfirmasi telah menghubungi X dan xAI untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang ada. Dengan tegas mereka menyatakan, 'Kami telah melakukan kontak mendesak dengan X dan xAI untuk memahami langkah yang diambil.'
Grok, yang bertanggung jawab atas fitur kontroversial tersebut, telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden penyebaran gambar tak pantas, termasuk yang melibatkan anak-anak. Mereka menyesalkan, 'Saya sangat menyesali insiden pada 28 Desember 2025.'
Meski permohonan maaf telah disampaikan, pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia, tetap menyuarakan kekhawatiran tentang efektivitas pengawasan konten yang ada di platform ini.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Mengoptimalkan Stamina dan Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: