Strategi Baru Apple: Alihkan Fitur AI dari OpenAI ke Google
Apple dilaporkan akan beralih dari penyedia teknologi kecerdasan buatan OpenAI ke Google untuk meningkatkan fitur AI pada iPhone. Keputusan ini diambil setelah OpenAI menolak tawaran kerja sama dari Apple.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Financial Times mengungkapkan bahwa OpenAI memilih untuk mengembangkan teknologi AI mereka sendiri, memaksa Apple untuk beradaptasi dengan model Gemini milik Google yang dirancang untuk komputasi AI berskala besar.
Sebelum memutuskan untuk berkolaborasi dengan Google, Apple berupaya menjalin kemitraan dengan OpenAI. Namun, OpenAI memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan, lebih memilih untuk fokus pada pengembangan teknologi AI secara mandiri.
Keputusan OpenAI untuk mundur dari kerjasama dengan Apple terjadi pada paruh kedua tahun 2025. Hal ini membuat Apple harus mencari alternatif lain untuk mendukung fitur AI mereka, dan Google terpilih sebagai solusi yang paling tepat.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple
Dalam kesepakatan terbaru, Apple akan memanfaatkan model Gemini milik Google untuk menangani proses komputasi AI yang membutuhkan daya besar, terutama yang tidak dapat dijalankan secara lokal. Kesepakatan ini berbentuk kontrak komputasi cloud senilai miliaran dolar.
Dengan pendekatan ini, Apple berharap dapat mengoptimalkan fitur AI pada iPhone tanpa perlu menginvestasikan banyak uang dalam infrastruktur data dan server. Ini tentunya memberikan harapan untuk mempercepat inovasi dan memberikan manfaat lebih cepat kepada pengguna.
Kemitraan dengan Google di sektor kecerdasan buatan mengingatkan kita pada hubungan sebelumnya ketika Google membayar Apple untuk tetap menjadi mesin pencari default di Safari. Kini, aliran dana tersebut berbalik, dengan Apple yang akan membayar Google untuk memanfaatkan infrastruktur AI.
Di sisi lain, OpenAI dianggap mengambil risiko besar dengan tidak melibatkan diri dalam ekosistem iPhone yang memiliki ratusan juta pengguna aktif. Keputusan ini menunjukkan ambisi OpenAI untuk berdiri sebagai pemain kunci di industri teknologi, terutama dengan melibatkan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, dalam proyek pengembangan terbaru mereka.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: