BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 20 JANUARI 2026 • 20:05 WIB

Kenaikan Harga RAM di Indonesia Capai Empat Kali Lipat Dalam Sebulan

Kenaikan Harga RAM di Indonesia Capai Empat Kali Lipat Dalam SebulanKenaikan Harga RAM di Indonesia Capai Empat Kali Lipat Dalam Sebulan

Kenaikan harga RAM di Indonesia saat ini menciptakan kejutan di kalangan pengguna teknologi. Dalam sebulan terakhir, harga RAM dapat meningkat hingga empat kali lipat, memaksa konsumen untuk mengeluarkan anggaran lebih.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Berdasarkan pemantauan di berbagai toko, termasuk ITC Kuningan, Jakarta, harga untuk RAM DDR 4 dan DDR 5 menunjukkan peningkatan yang drastis, membuat pengguna harus beradaptasi dengan kondisi baru ini.

Tingginya Kenaikan Harga RAM

Di ITC Kuningan, Jakarta, banyak penjual melaporkan bahwa harga DDR 4 dan DDR 5 telah mengalami lonjakan signifikan dari akhir tahun lalu. Hasan, seorang penjual, menjelaskan, 'Seminggu tuh bisa 3-4 kali naik. Nah udah terus naik. Sebulan naik Rp 400 ribu, Rp 600 ribu, akhirnya jadi 100% bisa Rp 1 jutaan.'

Saat ini, harga DDR 5 RAM 32GB berkisar antara Rp 7-8 juta, sementara untuk RAM 16GB harganya sudah lebih dari Rp 2 juta, mengalami peningkatan dari awal yang hanya sekitar Rp 1 juta. Hasan juga menambahkan bahwa pengguna tidak banyak pilihan karena kebutuhan menggunakan perangkat tetap berlangsung.

Penjual lainnya, Nasrun, menuturkan meskipun harga baru telah meningkat, permintaan pasar tidak menunjukkan penurunan signifikan. 'Kalau turun sih enggak, mau enggak mau lah,' ungkapnya, menandakan bahwa konsumen harus beradaptasi dengan harga yang baru.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Apa yang Memicu Kenaikan Harga?

Kenaikan harga RAM ini juga dipengaruhi oleh analisis dari firma riset IDC, yang mencatat bahwa kesenjangan antara permintaan dan pasokan akan semakin parah pada semester pertama 2026. Vanessa, perwakilan dari IDC, menyatakan, 'Kondisi ini diperkirakan mulai mereda pada semester II, tetapi harga akan tetap tinggi setidaknya sampai awal 2027.'

Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh pembangunan pusat data AI yang besar dan perubahan prioritas produsen chip ke segmen hyperscale atau AI, sehingga mempengaruhi produksi chip biasa untuk perangkat elektronik konsumen. Vanessa menambahkan, 'Secara khusus, pasokan/manufaktur memori kelas bawah seperti DDR4, yang banyak digunakan pada smartphone entry-level, terus dikurangi.'

Pengurangan dalam kapasitas produksi ini berakibat langsung pada pasar yang lebih luas, membuat konsumen semakin kesulitan mendapatkan RAM sesuai kebutuhan.

Dampak di Pasar Perangkat dan Komponen Lainnya

Kenaikan harga RAM juga diharapkan mempengaruhi pasar perangkat bekas, khususnya smartphone. Permintaan yang tinggi di pasar resmi dapat menyebabkan lonjakan harga di pasar sekunder, membuat pengguna lebih cermat dalam memilih.

Dampak harga pada sektor PC dan komponen lainnya juga diperkirakan akan lebih terasa dalam jangka panjang, terutama mengingat pasar perangkat bekas sudah lebih matang. Penjual menyatakan, 'Kadang ada, kadang enggak (stoknya). Naik harganya suka berubah-ubah,' menunjukkan fluktuasi yang tidak terduga di pasar.

Dengan pertumbuhan permintaan dari pengguna smartphone, PC, dan industri otomotif, peningkatan ini memperkuat kebutuhan akan komponen memori dan penyimpanan, mengindikasikan bahwa situasi ini berpotensi berlangsung lebih lama.

Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kenaikan Harga RAM di Indonesia Capai Empat Kali Lipat Dalam Sebulan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!