BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 13:40 WIB

Sam Altman Tunjukkan Nostalgia Saat Luncurkan Fitur Koding Otomatis Berbasis AI

Sam Altman Tunjukkan Nostalgia Saat Luncurkan Fitur Koding Otomatis Berbasis AISam Altman Tunjukkan Nostalgia Saat Luncurkan Fitur Koding Otomatis Berbasis AI

CEO OpenAI, Sam Altman, mencurahkan rasa sedih sekaligus nostalgia saat fitur koding otomatis berbasis Codex diluncurkan baru-baru ini.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak

Pernyataannya di media sosial mencolokkan sedikit keraguan tentang relevansi manusia dalam perkembangan kecerdasan buatan yang pesat.

Dampak Codex Terhadap Developer

Codex adalah agen kecerdasan buatan dari OpenAI yang diperuntukkan bagi pengembang kode. Fungsinya mencakup menulis kode secara otomatis, memperbaiki bug, dan menjawab pertanyaan terkait basis kode.

Namun, Sam Altman, CEO OpenAI, mengungkapkan keprihatinannya, mengatakan bahwa alat tersebut bisa menghasilkan fitur yang lebih baik daripada yang mampu ia ciptakan. Altman menyatakan, "Saya yakin kita akan menemukan cara yang jauh lebih baik dan lebih menarik untuk menghabiskan waktu kita," serta menambahkan, "Tetapi saya merasa nostalgia untuk masa kini."

Feeling nostalgia ini muncul di tengah perhatian yang besar terhadap pengaruh teknologi dalam pekerjaan coding. Dalam pandangannya, Capai dari teknologi AI bisa mengubah cara kerja pengembang secara permanen.

Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China

Reaksi Pengguna Media Sosial

Cuitan Altman mengundang beragam reaksi dari kalangan pengguna media sosial. Beberapa mengekspresikan keprihatinan terhadap hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi AI.

"Semoga cepat sembuh," tulis salah satu pengguna, menunjukkan fenomena satir terhadap dampak yang ditimbulkan. Sementara itu, seorang insinyur dari OpenSea juga mengekspresikan kerisauannya, "Saya rasa Anda bisa menangis di atas tumpukan uang yang besar, sementara saya akan mengobrol dengan bot percakapan selama sisa karierku."

Respons ini menunjukkan pesimisme di kalangan pengguna yang cemas akan dampak otomatisasi terhadap lapangan kerja. Munculnya rasa khawatir ini semakin menambah dimensi diskusi tentang keterlibatan manusia dalam era teknologi.

Perselisihan Seputar Model Kecerdasan Buatan

Di tengah diskusi tentang Codex, banyak pengguna juga menyampaikan keluhan terkait perubahan yang dilakukan OpenAI. Mereka menunjukkan ketidakpuasan terhadap keputusan untuk menghentikan dukungan pada beberapa model chatbot.

Blogger kuliner, Chrisy Toombs, mengkritik keputusan ini dengan pernyataan, "Semua itu karena Anda melatih model Anda tanpa persetujuan siapa pun," mengisyaratkan kekecewaannya terhadap penggunaan konten yang tidak etis dalam pengembangan AI.

Tanggapan pengguna mencerminkan adanya ketidakpuasan yang meluas terkait arah pengembangan teknologi AI. Banyak merasa teknologi harus lebih memperhatikan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sam Altman Tunjukkan Nostalgia Saat Luncurkan Fitur Koding Otomatis Berbasis AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!