Ancaman Siber dalam Era Revolusi Teknologi Otomotif
Perkembangan teknologi otomotif saat ini menawarkan kecanggihan yang tak tertandingi, namun juga menghadirkan risiko serius berupa serangan siber.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Data pribadi, sistem penguncian, serta infrastruktur transportasi dan pengisian daya menjadi target utama para pelaku kejahatan siber.
Digitalisasi di sektor transportasi kian meluas, mencakup berbagai layanan seperti taksi dan perusahaan logistik. Perubahan ini menciptakan celah bagi pelaku kejahatan siber untuk menjaring data pribadi pelanggan.
Serangan ransomware menjadi ancaman nyata, mampu melumpuhkan operasional organisasi. Selain itu, modul yang memungkinkan penguncian kendaraan dari jarak jauh membuka kesempatan bagi penyerang untuk mengganggu armada mereka.
Di ranah logistik, potensi pencurian kargo semakin meningkat akibat peretasan yang mengubah data pengiriman. Situasi ini menunjukkan bahwa ancaman siber tidak hanya menghambat operasional, tetapi juga merugikan secara finansial.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Stasiun pengisian bahan bakar dan kendaraan listrik kini tak luput dari transformasi digital, menambah kerentanan terhadap serangan siber. Konektivitas terhadap cloud membuat infrastruktur ini lebih rentan.
Serangan dapat beragam, mulai dari pencurian bahan bakar hingga pengambilan data pelanggan secara ilegal. Dengan meningkatnya kerawanan, penting untuk mewaspadai keamanan siber dalam infrastruktur publik.
Keberadaan sistem yang aman menjadi krusial dalam melindungi sumber daya dan informasi pengguna. Ini merupakan langkah penting untuk menjaga integritas layanan pengisian daya.
Kendaraan masa kini dilengkapi dengan unit kontrol elektronik (ECU) yang saling terhubung, sehingga semakin kompleks namun juga lebih mudah diserang. Kerentanan ini bisa dimanfaatkan oleh penyerang untuk mencuri kendaraan.
Baru-baru ini, sebuah serangan berhasil mengakses sistem starter mesin lewat sambungan pada bus CAN, menandakan adanya celah dalam desain sistem otomotif yang perlu diwaspadai.
Artem Zinenko, Kepala Riset Kaspersky ICS CERT, menekankan bahwa audit keamanan sangat penting untuk memperkuat perlindungan di seluruh rantai pasokan otomotif. Penerapan prinsip keamanan siber sejak awal desain dapat membantu mengurangi risiko serangan.
Baca juga: Uya Kuya Jadi Sorotan Setelah Rumahnya Dijenangi Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: