Ketegangan AS dan China Kembali Memanas, Dampak Dugaan Penggunaan Chip Nvidia oleh DeepSeek
Startup kecerdasan buatan dari China, DeepSeek, menjadi sorotan setelah dugaan penggunaan chip terbaru dari Nvidia Blackwell terungkap.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Pemerintah AS menganggap tindakan ini dapat melanggar regulasi pengendalian ekspor, yang semakin memperkenalkan ketegangan antara dua negara besar dalam bidang teknologi.
Sebuah laporan dari Reuters mengungkap, seorang pejabat senior pemerintah AS menyatakan bahwa penggunaan chip tersebut berpotensi melanggar peraturan pengendalian ekspor teknologi ke China.
Pejabat tersebut juga menuturkan bahwa DeepSeek dituduh berusaha menyembunyikan indikator teknis yang bisa mengungkap asal muasal chip ini, yang kemungkinan terletak di pusat data DeepSeek di Mongolia Dalam.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Hingga saat ini, Nvidia menolak memberikan komentar terkait isu yang sedang hangat ini. Departemen Perdagangan AS dan DeepSeek juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai masalah yang muncul.
Di sisi lain, Kedutaan Besar China di Washington menolak anggapan mengenai dugaan pelanggaran ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa pemerintah China tidak memiliki kontrol terhadap kasus ini dan menolak pengawasan yang dianggap berlebihan.
Kasus ini menandai potensi perpecahan di kalangan pembuat kebijakan AS, yang kini berhadapan dengan tantangan untuk menetapkan batasan akses China terhadap semikonduktor AI.
Mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional, Chris McGuire, menekankan bahwa pengiriman chip ke China dapat membawa risiko baru bagi keamanan nasional AS, yang menunjukkan bahwa isu ini lebih dari sekadar bisnis teknologi.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: