shelifestyle.id – Masyarakat China dikejutkan oleh tuduhan bahwa chip H20 buatan Nvidia memiliki akses yang membahayakan keamanan. Tuduhan ini muncul dari sebuah akun terafiliasi dengan media pemerintah yang menyebut chip tersebut tidak ramah lingkungan.
Dilansir dari Reuters pada Minggu (10/8/2025), tuduhan tersebut pertama kali diunggah di platform WeChat oleh Yuyuan Tantian. Dalam artikel itu, Nvidia dicurigai mengembangkan chip yang berisiko dan tidak aman untuk pasar China.
Tuduhan Akses Tersembunyi
Artikel yang diterbitkan di WeChat menjelaskan bahwa chip H20 memiliki potensi untuk diterobos dengan metode backdoor access, memungkinkan akses tanpa otorisasi. Penulis artikel tersebut berkomentar, “Ketika suatu jenis chip tidak ramah lingkungan, tidak canggih, atau aman, sebagai konsumen, kita tentu memiliki pilihan untuk tidak membelinya.”
Tuduhan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan konsumen yang berencana menggunakan teknologi baru dari Nvidia. Dalam konteks ini, ada kemungkinan minat masyarakat terhadap produk berisiko keamanan akan mengalami penurunan.
Kumpulan kekhawatiran ini menciptakan suasana ketidakpastian di pasar teknologi, khususnya di sektor AI yang sedang berkembang pesat. Publik merasa perlu lebih waspada sebelum membuat keputusan untuk berinvestasi dalam produk yang berpotensi tidak aman.
Latar Belakang Chip H20
Chip kecerdasan buatan H20 dikembangkan oleh Nvidia di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Setelah pembatasan ekspor yang diperkenalkan oleh AS pada chip AI canggih, Nvidia berupaya untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan produk ini.
Meskipun pembatasan sempat dicabut, buntut dari ketegangan perdagangan tetap membuat chip ini menjadi sorotan. Media sosial pun menjadi platform utama untuk diskusi mengenai risiko yang mungkin ditimbulkan oleh chip H20.
Otoritas media sosial di China turut turun tangan dengan memanggil Nvidia untuk memberi penjelasan terkait tuduhan ini, menandakan betapa seriusnya masalah yang dihadapi perusahaan di negara tersebut.
Respons Nvidia
Nvidia berupaya menjawab tuduhan ini dengan menegaskan bahwa produk mereka tidak memiliki backdoor access yang dapat membuka akses jarak jauh ke perangkat. Namun, Yuyuan Tantian juga menyebutkan bahwa chip tersebut bisa melakukan fungsi tertentu, termasuk pematian jarak jauh yang mungkin menambah kekhawatiran di kalangan pengguna.
Meskipun Nvidia berusaha membela produk mereka, opini publik di China diperkirakan tetap akan dipengaruhi oleh rumor yang berkembang di masyarakat. Situasi ini menunjukkan tantangan tidak hanya bagi Nvidia, tapi bagi seluruh industri teknologi yang beroperasi di pasar global saat ini.
Ke depan, tantangan bagi Nvidia adalah tidak hanya memperbaiki reputasi chip H20, tetapi juga membangun kembali kepercayaan di antara konsumen yang kini meragukan keamanan dari teknologi yang mereka tawarkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: