Kamis, 10 JULI 2025 • 04:48 WIB

Lonjakan Harga Tembaga: Peluang bagi Indonesia di Pasar Global

Author

Generated by Journalist AI

shelifestyle.id – Harga tembaga mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 50% untuk tembaga impor. Kebijakan ini menciptakan kejutan di pasar global, memberikan Indonesia kesempatan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Harga tembaga tercatat mencapai US$5,676 per pon, sebuah peningkatan yang menunjukkan tren positif yang telah muncul sejak awal 2024. Indonesia, yang sebagian besar ekspor tembaganya tidak ditujukan ke AS, berpotensi menikmati keuntungan dari situasi ini.

Kenaikan Harga Tembaga dan Dampaknya

Setelah pengumuman tarif, harga tembaga meningkat 3,58% dalam waktu sehari, menyentuh angka US$5,676 per pon. Kenaikan ini terkait dengan defisit pasokan dari Amerika Latin serta permintaan yang semakin tinggi dari sektor kendaraan listrik dan teknologi AI.

Kebijakan tarif oleh Trump berdampak langsung pada negara-negara pengeskpor tembaga utama seperti Peru dan Meksiko. Sebaliknya, Indonesia memiliki potensi untuk meraih keuntungan karena sebagian besar ekspor tembaganya ditujukan ke China dan kawasan Asia lainnya.

Potensi Ekspor dan Penerimaan Negara

Data terbaru dari Kementerian Perdagangan menunjukkan Indonesia mengekspor bijih tembaga senilai US$2,26 miliar dan produk tembaga serta turunannya sebesar US$781 juta antara Januari hingga April 2024. Dengan posisi yang strategis dalam peta pasar ekspor, Indonesia dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan negara lain akibat tarif yang dikenakan.

Penerimaan negara dari bea keluar tembaga juga menunjukkan kinerja yang positif. Pada semester I 2025, bea keluar tembaga melonjak hingga Rp14,6 triliun, meningkat 327,6% dari target yang ditetapkan dan tumbuh 80,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Cadangan dan Produksi Tembaga Indonesia

Berdasarkan data dari USGS yang dikutip Kementerian ESDM, Indonesia memiliki cadangan logam tembaga sebesar 24 juta ton, yang merupakan 3% dari total cadangan global. Jika dihitung secara keseluruhan, cadangan bijih tembaga Indonesia mencapai 2,63 miliar ton dengan produksi tahunan sekitar 100 juta ton.

Dengan cadangan yang melimpah dan fasilitas pengolahan yang memadai, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam pasar tembaga global. Negara ini dapat memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan ketahanan ekonomi serta menjadi alternatif pemasok dalam ketegangan perdagangan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU