Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 19:48 WIB

Hentikan Pengembangan Superintelligence AI, Seruan dari Ratusan Tokoh Publik

Author

Hentikan Pengembangan Superintelligence AI, Seruan dari Ratusan Tokoh Publik

Sebanyak ratusan tokoh publik, termasuk para ahli kecerdasan buatan, menyerukan penghentian pengembangan superintelligence AI. Mereka khawatir akan dampak negatif dari kecerdasan buatan yang melampaui kecerdasan manusia dalam hampir semua aspek kognitif.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple

Petisi dari Future of Life Institute (FLI) ini telah ditandatangani oleh lebih dari 22 ribu orang, termasuk tokoh-tokoh terkenal seperti Steve Wozniak dan Prince Harry, serta berbagai pemimpin teknologi lainnya.

Dampak Negatif dari Superintelligence AI

Superintelligence merujuk pada sebuah level kecerdasan buatan yang dapat melampaui kemampuan kognitif manusia. Dalam petisi tersebut, para penandatangan menyuarakan bahwa pengembangan kecerdasan semacam ini dapat mendatangkan usangnya ekonomi manusia, hilangnya kekuasaan, dan kerugian terhadap hak asasi manusia.

Selain itu, ada risiko serius terkait ancaman terhadap keamanan nasional dan bahkan kemungkinan kepunahan manusia. Petisi ini mengecam pengembangan teknologi tersebut tanpa adanya konsensus ilmiah dan dukungan publik yang kuat.

“Superintelligence AI kini telah menjadi istilah populer di kalangan para pelaku industri teknologi,” ungkap salah satu penandatangan. Dalam suasana persaingan yang ketat, perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba untuk meluncurkan model bahasa yang semakin canggih dengan efisiensi dan kapabilitas yang belum pernah ada sebelumnya.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Partisipasi Tokoh Publik dan Dukungan Luas

Dukungan untuk petisi ini datang bukan hanya dari kalangan teknologi, tetapi juga dari akademisi, tokoh media, pemimpin keagamaan, serta mantan politisi. Ini memperlihatkan kekhawatiran yang meluas mengenai perkembangan kecerdasan ini.

Duke dan Duchess of Sussex, Harry dan Meghan, juga turut mendukung pernyataan ini. Mereka menekankan perlunya tindakan untuk menunda pengembangan superintelligence hingga ada jaminan bahwa teknologi tersebut dapat dikendalikan dengan aman.

Mantan Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS, Mike Mullen, dan mantan Penasihat Keamanan Nasional, Susan Rice, juga menyatakan dukungannya, menambahkan bobot dan prestise pada inisiatif tersebut.

Kekhawatiran dan Penelitian Publik

Future of Life Institute (FLI) mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan berlangsung sangat cepat, namun pengawasan yang ketat tetap diperlukan. Seperti yang dinyatakan Mark Zuckerberg, pengembangan kecerdasan super kini 'sudah di depan mata'.

Namun, ada sebagian ahli yang berpendapat bahwa kekhawatiran terhadap AI superhuman lebih mencerminkan persaingan di antara perusahaan-perusahaan teknologi ketimbang kemajuan teknis yang nyata. FLI menekankan pentingnya penelitian dan kebijakan yang mengedepankan keselamatan.

Sebuah jajak pendapat nasional menunjukkan bahwa sekitar tiga perempat warga Amerika mendukung regulasi ketat terhadap AI canggih. Sekitar enam dari sepuluh responden percaya bahwa pengembangan AI superhuman sebaiknya dihentikan sampai ada bukti bahwa kecerdasan tersebut dapat beroperasi dengan aman.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU