Komet 3I/ATLAS menarik perhatian dengan penampakan hijau cemerlang yang menawan. Ilmuwan menegaskan bahwa fenomena ini tidak perlu dikhawatirkan dan memberikan kesempatan untuk mempelajari komet antarbintang.
Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV
Citra terbaru dari Lowell Observatory menunjukkan keunikan komet yang tercatat hanya tiga kali di Tata Surya. Penemuan ini menjadi momen penting bagi para astronom untuk memahami materi unik yang dibawa oleh komet ini.
Asal Usul dan Penampakan Komet
Komet 3I/ATLAS adalah komet antarbintang yang baru-baru ini mencuri perhatian berkat penampilannya yang menakjubkan. Peneliti Qicheng Zhang berhasil menangkap citra terbaru saat komet ini melesat menjauhi Matahari pada 5 November.
Sebelum itu, komet bersembunyi di balik Matahari dan mencapai titik terdekat pada 29 Oktober. Proses ini menyebabkan warna hijau cemerlang yang disebabkan oleh pembentukan koma akibat perlakuan panas dari Matahari.
Koma terbentuk ketika es dan material dari inti komet menyublim menjadi gas. Warna hijau ini disebabkan oleh partikel karbon diatomik, yang diterangkan oleh Zhang melalui filter khusus untuk mendeteksi cahaya yang dipancarkan.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Misteri Ekor Komet
Penampakan terbaru menunjukkan bahwa ekor debu komet tampak 'menghilang'. Namun, Zhang menjelaskan bahwa ekor tersebut masih ada, dengan sisi kiri komet terlihat lebih terang daripada sisi kanan.
Pendar yang asimetris ini terjadi karena posisi pandangan kita terhadap ekor yang hampir berhadapan langsung. Ekor yang sedikit melengkung ke kiri tidak terlihat jelas, tetapi ini bukan indikasi masalah pada komet.
Zhang menekankan bahwa tidak adanya ekor yang jelas bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, yang menunjukkan kompleksitas dalam observasi komet.
Komet Bukan Pesawat Alien
Komet 3I/ATLAS telah menjadi objek utama dalam observasi astronomi, tetapi para ilmuwan memastikan bahwa ini adalah komet biasa berasal dari sistem bintang lain. Rencananya, penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memahami kisah yang melatarbelakangi komet ini.
Meski tidak biasa, 3I/ATLAS tercatat sebagai pendatang antarbintang ketiga yang pernah ada, dan berpotensi menjadi komet tertua yang pernah disaksikan. Studi awal menunjukkan bahwa usianya dapat mencapai sekitar 3 miliar tahun lebih tua dari Tata Surya.
Namun, ada kekhawatiran mengenai radiasi antariksa yang berkepanjangan dapat membuat komet ini memiliki kerak tebal. Jika material yang dikeluarkan merupakan hasil dari radiasi, proses penentuan asal usulnya akan menjadi jauh lebih rumit.
Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: