Misi Artemis III NASA berpotensi mengalami keterlambatan besar setelah bocornya memo mengenai kesiapan roket Starship SpaceX yang krusial. Kesiapan roket tersebut diperkirakan baru dapat tercapai pada September 2028, melampaui target awal pada pertengahan 2027.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Sebuah memo yang diungkap oleh Politico menunjukkan bahwa Starship saat ini tertinggal dari jadwal, menghadapi kendala teknis termasuk kegagalan uji coba yang terjadi awal tahun ini. Penundaan ini mengancam keselamatan misi, khususnya dalam mengembalikan astronaut dengan selamat ke Bumi.
Keterlambatan Starship dan Dampaknya
Memo yang bocor menunjukkan bahwa roket Starship, yang dirancang untuk mendaratkan astronaut di Bulan, tidak sesuai jadwal yang ditetapkan oleh NASA. Perkiraan terbaru mengindikasikan bahwa roket ini tidak akan siap sebelum September 2028, lebih dari setahun setelah target awal NASA.
Penundaan ini dipicu oleh sejumlah masalah teknis yang kompleks, termasuk kegagalan dalam uji coba yang berlangsung di awal tahun. Ini menambah tantangan untuk memastikan keselamatan astronaut dan keberhasilan misi ke Bulan.
NASA saat ini sedang berupaya untuk menyelaraskan semua aspek misi, namun kendala ini jelas menunjukkan bahwa perencanaan dan persiapan yang matang sangatlah penting bagi keberhasilan misi luar angkasa ke depan.
Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari
Alternatif dan Rencana Cadangan NASA
Dalam menghadapi keterlambatan ini, NASA mulai menjajaki opsi lain untuk sistem pendaratan di Bulan. Langkah ini diambil dengan membuka kontrak bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam proyek yang sangat ambisius ini.
Sean Duffy, Pelaksana Tugas Administrator NASA, menyatakan, "Urgensi untuk tetap kompetitif dalam perlombaan antariksa sangat penting, terutama dengan meningkatnya upaya eksplorasi Bulan oleh negara lain seperti China."
Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos, diakui sebagai satu-satunya pesaing potensial yang dapat menawarkan solusi alternatif. Namun, wahana pendarat mereka, Blue Moon, baru diperkirakan akan siap pada tahun 2030.
Ketidakpastian Masa Depan Program Artemis
Masa depan program Artemis kini berada dalam ketidakpastian yang lebih besar. Visinya untuk mengembalikan manusia ke Bulan tampaknya semakin terancam akibat berbagai tantangan teknis yang dihadapi.
Komponen vital dalam misi, seperti Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, juga terpaksa menghadapi sejumlah problematika yang menunda kemajuan. Mengerjakan dua proyek besar ini bersamaan membuat beban kerja NASA semakin berat.
Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, NASA tetap menunjukkan dedikasinya terhadap eksplorasi luar angkasa dan terus melanjutkan proyek seperti Lunar Gateway dengan tetap menghadapi rintangan yang ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: