Pemerintah Rusia baru saja memperluas pembatasan terhadap akses layanan digital, termasuk pemblokiran aplikasi media sosial Snapchat dan pembatasan layanan video FaceTime dari Apple.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menertibkan kontrol terhadap aktivitas internet dan komunikasi daring di negara itu.
Pelanggaran Aturan dan Pembatasan Digital
Roskomnadzor, regulator komunikasi Rusia, menyatakan bahwa pemblokiran Snapchat mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, meskipun pengumuman resminya baru dilakukan pada bulan Desember.
Pembatasan ini menandai kelanjutan dari langkah sebelumnya terhadap platform besar seperti YouTube, WhatsApp, Instagram, dan Telegram.
Tindakan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk mengontrol aliran informasi dan membatasi potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa pemerintah beralasan bahwa platform-platform tersebut dapat disalahgunakan untuk aksi terorisme.
Target Layanan Pesan Instan
Selain media sosial, perhatian pemerintah juga tercurah pada layanan pesan instan, di mana aplikasi seperti Signal dan Viber telah diblokir tahun lalu.
Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari
Saat ini, panggilan melalui WhatsApp dan Telegram juga dilarang, dengan Roskomnadzor menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi ini digunakan untuk kegiatan kriminal.
Otoritas mengupayakan regulasi yang lebih ketat bagi penyedia layanan agar mendaftar dan mematuhi kebijakan yang ada.
Sementara itu, aplikasi lokal bernama Max diperkenalkan sebagai alternatif, namun kritik mengenai pengumpulan data pengguna membuatnya tidak sepenuhnya diterima masyarakat.
Implikasi bagi Pengguna dan Kebijakan Yang Meningkat
Pakar keamanan siber Stanislav Seleznev menyoroti bahwa banyak warga Rusia kini beralih ke FaceTime setelah WhatsApp dan Telegram dibatasi.
Seleznev memperkirakan bahwa puluhan juta pengguna tergantung pada layanan ini di tengah kebijakan yang berlaku saat ini.
Dia memperingatkan bahwa platform lain yang tidak memenuhi persyaratan regulator dapat menghadapi risiko pemblokiran lebih lanjut.
Tren pembentukan 'daftar putih' situs yang dapat diakses menunjukkan niatan pemerintah untuk mengontrol informasi yang beredar di masyarakat.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Mengoptimalkan Stamina dan Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: