Senin, 15 DESEMBER 2025 • 14:42 WIB

Apple Rilis iOS 26.2: Pentingnya Pembaruan untuk Keamanan Pengguna

Author

Apple Rilis iOS 26.2: Pentingnya Pembaruan untuk Keamanan Pengguna

Apple baru saja merilis iOS 26.2 dan mendesak pengguna iPhone untuk segera memperbarui perangkat mereka. Pembaruan ini tidak hanya menawarkan fitur baru tetapi juga mengatasi 26 celah keamanan, termasuk dua kerentanan kritis yang telah dieksploitasi.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik

Dua celah utama yang diperbaiki berhubungan dengan WebKit, dan telah dimanfaatkan dalam serangan berbahaya yang menargetkan pengguna dengan versi iOS lama. Ini menjadi perhatian serius bagi pengguna yang tidak melakukan pembaruan.

Dua Celah WebKit yang Jadi Sorotan

Apple mengonfirmasi bahwa dua celah WebKit yang diperbaiki di iOS 26.2 telah dimanfaatkan dalam serangan. Celah tersebut adalah CVE-2025-43529 dan CVE-2025-14174, di mana CVE-2025-14174 memungkinkan eksekusi kode arbitrer melalui interaksi dengan konten web berbahaya.

Perbaikan ini muncul sebagai respons terhadap laporan eksploitasi aktif yang berpotensi membahayakan keamanan pengguna. Dengan pembaruan ini, Apple berharap dapat mengurangi risiko yang dihadapi oleh pengguna iPhone yang masih menggunakan versi iOS lama.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Ancaman Kernel: Akses Root Jadi Mimpi Buruk

Di samping celah WebKit, pembaruan iOS 26.2 juga mencakup kerentanan pada level kernel, termasuk CVE-2025-46285 yang dapat memberikan akses root kepada penyerang. Akses ini memungkinkan penyerang untuk mendapatkan kontrol penuh atas perangkat, mencuri data pribadi, dan bahkan membajak sesi perbankan online.

Javad Malik, penasihat CISO di KnowBe4, menegaskan pentingnya melakukan pembaruan segera. Malik merekomendasikan agar pengguna mengupdate perangkat mereka melalui Pengaturan iPhone dan tidak mengklik tautan atau pop-up mencurigakan yang bisa menimbulkan risiko tambahan.

iOS 26.2 dan Bayang-bayang Spyware

Peluncuran iOS 26.2 juga berhubungan dengan ancaman spyware yang menargetkan perangkat Apple di lebih dari 80 negara, termasuk jurnalis dan aktivis. Spyware ini mampu memantau hampir seluruh aktivitas pengguna, termasuk komunikasi di aplikasi terenkripsi yang biasanya dianggap aman.

Apple sebelumnya menunggu perilisan iOS 26.2 hingga memiliki fitur ‘Peningkatan Keamanan Latar Belakang’ yang telah aktif sejak iOS 26.1. Natural bagi Apple, mereka terus mendorong pengguna untuk mengutamakan pembaruan perangkat mereka demi menjaga keamanan data.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU