Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 15:42 WIB

Peningkatan Kesadaran Terhadap Ancaman Scam 'GhostPairing' di WhatsApp

Author

Peningkatan Kesadaran Terhadap Ancaman Scam 'GhostPairing' di WhatsApp

Pengguna WhatsApp di Indonesia dihimbau untuk lebih waspada terhadap penipuan dengan modus yang disebut 'GhostPairing'. Penipuan ini dapat berakibat fatal, mengakibatkan pembajakan akun dan pelanggaran privasi serius.

Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?

Menurut laporan dari perusahaan keamanan siber Avast, banyak korban yang tidak menyadari bahwa mereka telah terjebak dalam penipuan ini selama berbulan-bulan, yang menambah level keparahan ancaman ini.

Memahami Penipuan 'GhostPairing'

Scam 'GhostPairing' merupakan metode penipuan yang lebih canggih dan berbahaya dibandingkan skema penipuan sebelumnya. Dalam modus operandi ini, penipu dapat mengakses akun WhatsApp tanpa memerlukan perubahan kata sandi, yang memberikan mereka akses yang lebih luas.

Para ahli mengatakan bahwa akses tidak sah ini dapat membuka pintu bagi tindakan penipuan identitas, penipuan yang ditargetkan, dan bahkan pemerasan. Dengan kata lain, para penjahat bisa mengakses obrolan pribadi, pesan suara, dan foto-foto penting tanpa sepengetahuan korban.

Dampak dari penipuan ini sangat serius, karena informasi pribadi dapat disalahgunakan oleh penjahat untuk keuntungan mereka, menambah ketidaknyamanan dan kerugian bagi para korban.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Cara Kerja Penipuan 'GhostPairing'

Dalam banyak kasus, penipuan ini dimulai ketika korban menerima pesan dari kontak yang tampaknya terpercaya. Pesan-pesan ini biasanya sederhana, seperti, 'eh, aku nemu foto kamu,' yang diikuti dengan tautan.

Ketika korban mengklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke halaman palsu yang mirip dengan Facebook, yang meminta mereka untuk memverifikasi identitas sebelum bisa melihat gambar. Hal ini sontak mengundang korban untuk memberikan izin tanpa menyadari bahaya yang mengintai.

Proses ini adalah bagian dari skema penautan perangkat WhatsApp, di mana pengguna dengan sukarela memberikan akses kepada penyerang ke akun mereka. Ini adalah praktik yang sangat berisiko dan harus dihindari.

Langkah Pencegahan untuk Pengguna

Untuk mencegah akun terjebak dalam penipuan ini, pengguna disarankan untuk memeriksa pengaturan di WhatsApp, terutama menu perangkat yang terhubung. Pastikan untuk menghapus perangkat yang tidak dikenali sebagai bagian dari langkah awal pencegahan.

Pesan atau tautan dari sumber yang mencurigakan, apalagi yang meminta kode QR atau informasi pribadi lainnya, harus selalu dianggap berisiko. Pengguna disarankan untuk tetap hati-hati saat berinteraksi dengan konten yang terlihat mencurigakan.

Menerapkan verifikasi dua langkah di WhatsApp bisa menambah lapisan perlindungan ekstra. Selain itu, membagikan informasi ini kepada keluarga, teman, dan grup obrolan dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang risiko penipuan ini.

Baca juga: Cara Aman Berolahraga: Tips Menghindari Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU