Rabu, 14 JANUARI 2026 • 21:07 WIB

Elon Musk Sebut Sekolah Kedokteran Mungkin Tak Lagi Penting di Era AI

Author

Elon Musk Sebut Sekolah Kedokteran Mungkin Tak Lagi Penting di Era AI

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, baru-baru ini mengemukakan pandangan kontroversial mengenai pendidikan kedokteran di era kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan

Dalam sebuah podcast, Musk percaya bahwa AI dapat menjadikan pendidikan kedokteran menjadi tidak relevan dalam waktu dekat.

Pernyataan Kontroversial Elon Musk

Dalam podcast yang dipandu oleh Peter Diamandis, Musk menjelaskan bahwa menurutnya, layanan medis yang ditawarkan AI dapat lebih unggul dibandingkan yang diberikan oleh dokter manusia. Ia menegaskan, "Setiap orang akan memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik dibanding apa yang diterima presiden saat ini."

Musk menambahkan, "Ya. Tidak berguna. Kecuali jika... Saya akan mengatakan hal itu berlaku untuk semua bentuk pendidikan," saat ditanya mengenai relevansi sekolah kedokteran. Hal ini memicu debat di kalangan masyarakat tentang masa depan pendidikan kesehatan.

Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Perkembangan AI dalam Dunia Medis

Musk menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam prosedur medis mulai menjadi hal yang umum. Menurutnya, dengan kemajuan robotika, teknologi ini mampu melebihi kompetensi dokter manusia dalam waktu yang singkat.

"Butuh waktu yang sangat lama untuk menjadi seorang dokter yang hebat. Selain itu, pengetahuan medis selalu berkembang dan berubah, membuat orang sulit mengikuti semuanya," kata Musk, dan ini menggambarkan tantangan bagi para profesional medis di era modern.

Futuristik dan Skeptisisme Terhadap AI

Musk memprediksi bahwa dalam waktu tiga tahun, robot medis akan melebihi kemampuan manusia. Ia menyatakan, "Tiga tahun akan melampaui manusia, empat tahun akan lebih baik dari hampir seluruh manusia, lima tahun tidak akan dapat dibandingkan lagi, dan orang meremehkan berapa banyak robot yang akan ada."

Namun, skeptisisme muncul dari beberapa pakar kesehatan dan teknologi yang meragukan seberapa cepat AI dapat mengambil alih tanggung jawab medis yang kompleks. Hal ini menunjukkan ketidakpastian mengenai integrasi AI dalam layanan kesehatan di masa yang akan datang.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU