YouTube baru-baru ini meluncurkan fitur inovatif untuk membantu orang tua membatasi akses remaja pada video pendek. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran tentang penggunaan video pendek yang berpotensi menyebabkan adiksi.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian terhadap perlindungan pengguna muda di platform YouTube semakin meningkat. Hal ini menimbulkan dukungan dari orang tua dan pembuat kebijakan yang peduli akan dampak negatif dari media sosial.
Implementasi Fitur Kontrol Orang Tua
Fitur ini memungkinkan orang tua untuk menetapkan batasan waktu tayang video Shorts yang dapat diakses remaja, dengan pilihan waktu mulai dari dua jam hingga tidak ada waktu sama sekali. "Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah," ungkap pihak YouTube.
Selain itu, YouTube menghadirkan pengingat waktu tidur dan istirahat yang dapat disesuaikan. Menurut YouTube, pengingat ini sudah diterapkan secara otomatis untuk pengguna di bawah usia 18 tahun.
Proses pendaftaran terbaru juga mempermudah orang tua dalam mengelola akun remaja mereka, memungkinkan lebih mudah beralih antara akun anak-anak dan dewasa pada perangkat yang digunakan bersama.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple
Pembaruan Pedoman Konten untuk Remaja
YouTube juga mengumumkan pembaruan pedoman konten yang akan diutamakan untuk pengguna remaja. Platform ini akan lebih merujuk pada konten yang fokus pada "keingintahuan dan inspirasi" serta "informasi yang dapat dipercaya yang mendukung kesejahteraan."
Langkah tersebut bertujuan untuk memblokir video yang dapat memperkenalkan remaja pada konten berbahaya, misalnya yang mempromosikan tipe tubuh tertentu. YouTube berharap bahwa strategi ini dapat membantu mengurangi dampak negatif pada kesehatan mental remaja.
Kebijakan ini menjadi bagian signifikan dari upaya YouTube menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk pengguna muda di platformnya.
Reaksi dan Kebijakan Terkait Kontrol Orang Tua
YouTube bukan satu-satunya platform yang menyadari pentingnya kontrol orang tua. Beberapa platform lain seperti Instagram dan ChatGPT juga baru-baru ini mengumumkan penambahan fitur serupa demi melindungi pengguna muda.
Belakangan ini, Google, perusahaan induk YouTube, mendapat perhatian setelah aktivis keamanan anak, Melissa McKay, membagikan informasi mengenai proses pengawasan orang tua di platform tersebut. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa Google memberikan opsi kepada putranya untuk menghapus pengawasan orang tua dari akun.
Responding to this, Kate Charlet, Direktur Senior Privasi di Google, menjelaskan bahwa kebijakan terbaru mewajibkan persetujuan orang tua sebelum pengguna di bawah 13 tahun dapat menonaktifkan pengawasan, diharapkan memberikan keamanan tambahan sebelum pengguna merasa siap untuk mengambil langkah selanjutnya.
Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: