Kamis, 29 JANUARI 2026 • 16:06 WIB

Krisis Keamanan WhatsApp: CEO Telegram dan Elon Musk Beri Peringatan Keras

Author

Krisis Keamanan WhatsApp: CEO Telegram dan Elon Musk Beri Peringatan Keras

WhatsApp kembali menghadapi kritikan tajam terkait klaim keamanan enkripsinya di tengah pandemi gugatan hukum di Amerika Serikat. Tokoh terkemuka dari dunia teknologi, termasuk CEO Telegram Pavel Durov dan Elon Musk, mengungkapkan skeptisisme terhadap keselamatan platform ini.

Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV

Dalam pernyataan yang menyentil klaim WhatsApp, keduanya menyoroti potensi celah keamanan yang ada, menegaskan pentingnya beralih ke layanan lain untuk riwayat komunikasi yang lebih aman.

Kritik Terhadap Keamanan WhatsApp

CEO Telegram, Pavel Durov membuka debat dengan ungkapan tajam di platform X, menanyakan, “Seseorang harus benar-benar tidak berpikir jernih untuk percaya bahwa WhatsApp aman di tahun 2026.” Ia melanjutkan dengan analisis yang menunjukkan banyaknya celah serangan dalam penerapan enkripsi WhatsApp.

Mengikuti pernyataan Durov, Elon Musk juga mengungkapkan keraguan dengan promosi layanan pesan dari platform miliknya, X Chat. Ia menyatakan, “WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal pun masih patut dipertanyakan. Gunakan X Chat.”

Kritik ini timbul di tengah keresahan pengguna akan privasi dan keamanan data di platform pesan instan yang populer ini, menambah suasana ketegangan di industri teknologi.

Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan

Bantahan Pihak WhatsApp

Terhadap tuduhan tersebut, Will Cathcart, pimpinan WhatsApp, memberikan bantahan yang tegas. Ia menyatakan bahwa klaim Musk tentang WhatsApp tidak akurat, terutama terkait kemampuan mereka dalam membaca pesan pengguna.

Cathcart menekankan, “Ini sepenuhnya tidak benar. WhatsApp tidak bisa membaca pesan karena kunci enkripsi disimpan di ponsel pengguna dan kami tidak memiliki akses ke sana.”

Ia juga mengkritik gugatan yang sedang berjalan, menganggapnya tidak substansial dan hanya untuk menarik perhatian media, yang diajukan oleh firma yang sama yang mendukung NSO terkait produk spyware.

Peringatan Keamanan dari Google

Di sisi lain, Google juga mengeluarkan peringatan penting untuk pengguna WhatsApp tentang potensi serangan melalui foto berbahaya. Ini menunjukkan adanya risiko tambahan di luar perdebatan hukum yang sedang berlangsung.

Meskipun pesan atau lampiran tidak dibuka, ponsel pengguna dapat terinfeksi jika foto berbahaya diunduh. Google menyarankan agar pengguna menonaktifkan fitur penyimpanan media otomatis untuk mengurangi risiko.

WhatsApp tetap pada posisinya bahwa sistem enkripsi end-to-end mereka memastikan hanya pihak pengirim dan penerima yang dapat membaca isi pesan, berusaha untuk menjaga kepercayaan pengguna di tengah kritik yang mengemuka.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU