Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 15:09 WIB

Pluto: Dari Planet ke Status Kerdil dan Perdebatan Ilmiah yang Mengikutinya

Author

Pluto: Dari Planet ke Status Kerdil dan Perdebatan Ilmiah yang Mengikutinya

Pluto pernah diangga sebagai planet kesembilan dalam tata surya, namun mengalami perubahan status pada tahun 2006. Perubahan ini diakibatkan oleh penetapan definisi baru tentang planet oleh International Astronomical Union (IAU).

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Keputusan ini memicu pro dan kontra di kalangan ilmuwan serta penggemar astronomi. Pemahaman yang lebih dalam tentang kriteria planet memberikan gambaran mengenai posisi Pluto yang kini dikenal sebagai 'planet kerdil'.

Perubahan Definisi Planet

Pada tahun 2006, International Astronomical Union (IAU) merilis definisi resmi mengenai planet. Menurut definisi tersebut, sebuah objek harus memenuhi tiga kriteria: mengorbit matahari, memiliki bentuk bulat akibat gravitasi, dan telah membersihkan lingkungan orbitnya dari objek lain.

Dalam hal ini, Pluto hanya memenuhi dua kriteria, yakni mengorbit matahari dan memiliki bentuk bulat. Namun, karena masih banyak objek lain di sekitarnya di daerah yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper, Pluto tidak dapat dikatakan telah membersihkan lingkungan orbitnya.

Dengan adanya penetapan ini, Pluto diturunkan statusnya menjadi 'planet kerdil'. Selain itu, beberapa objek lain di Sabuk Kuiper juga mendapatkan klasifikasi yang sama.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Karakteristik Pluto

Pluto memiliki beberapa karakteristik unik yang membedakannya dari planet lainnya. Dengan diameter sekitar 2.377 kilometer, Pluto jauh lebih kecil dibandingkan dengan Bumi yang berdiameter sekitar 12.742 kilometer.

Komposisi Pluto didominasi oleh es dan batuan, yang memberikan penampilan khas yang menarik perhatian para ilmuwan. Biarkan saja, meskipun tidak memenuhi kriteria planet, Pluto tetap menjadi objek penelitian yang menarik.

Misi New Horizons yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 2006 memberikan wawasan baru tentang Pluto. Flyby pada tahun 2015 mengungkapkan detail permukaan dan atmosfer Pluto yang sebelumnya tidak diketahui, meningkatkan pemahaman ilmiah tentang objek ini.

Dampak Keputusan IAU dan Pandangan Ilmiah

Keputusan IAU untuk mengubah status Pluto memicu berbagai reaksi di komunitas ilmiah dan masyarakat. Beberapa ilmuwan menilai keputusan itu penting demi konsistensi pengkategorian objek di tata surya.

Namun, ada juga yang berargumen bahwa Pluto seharusnya tetap layak dianggap sebagai planet berlandaskan kriteria sejarah dan budaya. Statusnya sebagai planet kerdil masih menjadi perdebatan di kalangan astronom.

Perubahan status ini juga mendorong penelitian lebih lanjut mengenai objek-objek di Sabuk Kuiper. Astronom kini semakin aktif melakukan eksplorasi untuk memahami lebih banyak tentang karakteristik dan potensi objek lain di tata surya.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU