Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

Taiwan Tegaskan Penolakan Terhadap Permintaan AS Soal Rantai Pasok Semikonduktor

Author

Taiwan Tegaskan Penolakan Terhadap Permintaan AS Soal Rantai Pasok Semikonduktor

Taiwan telah menolak permintaan dari Amerika Serikat untuk memindahkan 40% rantai pasok semikonduktor ke wilayah mereka. Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menegaskan bahwa permintaan ini tidak mungkin diwujudkan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak

Cheng menjelaskan bahwa ekosistem semikonduktor yang telah dibangun selama puluhan tahun tidak dapat dipindahkan sembarangan, meskipun Taiwan tetap berkomitmen untuk mengembangkan investasi dalam negerinya.

Latar Belakang Permintaan AS

Permintaan dari Amerika Serikat untuk memindahkan 40% rantai pasok semikonduktor ini muncul setelah kesepakatan perdagangan yang ditandatangani pada bulan Januari. Permintaan tersebut dipicu oleh keinginan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, selama masa jabatan Presiden Donald Trump.

Dalam kesepakatan tersebut, Taiwan berkomitmen untuk menjamin investasi langsung sebesar USD 250 miliar dari perusahaan-perusahaan teknologi serta memberikan kredit tambahan untuk memperluas kapasitas produksi di AS. Dengan demikian, hubungan perdagangan antara kedua negara menjadi sorotan utama dalam diskusi global mengenai industri semikonduktor.

Investasi ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara Taiwan dan AS di sektor semikonduktor. Walaupun demikian, tantangan besar tetap ada, termasuk realisasi pemindahan rantai pasok yang dinilai tidak realistis.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Posisi Taiwan dan Dampak Investasi

Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menegaskan bahwa investasi Taiwan di AS bertujuan untuk menjaga identitas dan kekuatan industri semikonduktor domestik. Hal ini menjadi penegasan penting untuk memastikan ekosistem semikonduktor tetap terjaga.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), perusahaan terkemuka dalam industri ini, telah berkomitmen lebih dari USD 65 miliar untuk pengembangan manufaktur di AS. Rencana TSMC bahkan meliputi peningkatan investasi menjadi USD 165 miliar, yang ditujukan untuk memproduksi chip bagi klien-klien AS seperti Apple dan Nvidia.

Meskipun ada rencana tersebut, keraguan muncul mengenai pemindahan rantai pasok ke AS karena adanya kesulitan dalam integrasi industri semikonduktor yang telah berjalan lama di Taiwan.

Tantangan dan Analisis Geopolitik

Para analis semikonduktor menyatakan bahwa pemindahan rantai pasok merupakan proses yang kompleks dan berisiko bagi keberlangsungan ekosistem yang sudah ada. Berbagai tantangan dihadapi, termasuk kekurangan tenaga kerja di AS dan tingginya biaya operasional.

Teori Perisai Silikon juga menjadi fokus dalam diskusi ini, di mana Taiwan dianggap memiliki peran kunci dalam pasokan chip global. Hal ini mendorong AS untuk mengambil langkah-langkah preventif terhadap agresi yang mungkin ditujukan oleh China.

Dalam konteks geopolitik yang semakin rumit, para analis berpandangan bahwa tuntutan untuk memindahkan rantai pasok bisa memperburuk hubungan antara kedua negara serta mengganggu stabilitas industri global.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU