Ledakan kecerdasan buatan (AI) generatif telah melahirkan banyak startup baru dengan cepat, namun tidak semua model bisnis dapat bertahan lama.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Dua tipe startup yang dianggap bakal kehilangan peminat di masa depan adalah LLM wrapper dan agregator AI.
Model Bisnis LLM Wrapper
LLM wrapper adalah startup yang mengembangkan produk berdasarkan model AI seperti GPT, Claude, atau Gemini tanpa memiliki hak kekayaan intelektual yang sah.
Contoh dari model bisnis ini termasuk startup yang menggunakan AI untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar.
Darren Mowry, VP Google Cloud, menegaskan, "Jika startup hanya menciptakan 'cover' dari model AI yang sudah ada tanpa diferensiasi yang nyata, masa depan mereka tidak akan cerah."
Ia menekankan, "Anda harus memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dan luas" agar startup dapat bertahan dan berkembang dalam ekosistem yang kompetitif.
Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy
Kriteria Diferensiasi dalam Startup AI
Dua LLM wrapper yang memiliki diferensiasi kuat adalah Cursor, yang berfungsi sebagai asisten pengkodean berbasis GPT, dan Harvey AI, yang fokus pada bidang hukum.
Mowry menggarisbawahi pentingnya memiliki diferensiasi untuk menciptakan nilai tambah yang dapat menarik minat pengguna.
Tanpa pendekatan inovatif yang jelas, startup model ini berisiko kehilangan visibilitas di pasar yang semakin padat.
Model Bisnis AI Aggregator dan Tantangannya
Model bisnis kedua yang diprediksi sepi peminat adalah AI aggregator, yang menyatukan berbagai model AI dalam satu antarmuka atau API.
Perusahaan yang menerapkan model ini kerap menyediakan lapisan orkestrasi yang mencakup alat pemantauan dan evaluasi, meskipun tampak menjanjikan di awal.
Namun, Mowry mencatat bahwa hanya menawarkan akses ke banyak model tidaklah cukup, karena kini pengguna mencari integrasi yang lebih kompleks yang mengandalkan konteks dan pemahaman domain.
Ia merekomendasikan perusahaan rintisan untuk "jauhi bisnis agregator," karena pengguna saat ini menginginkan kekayaan intelektual yang terintegrasi untuk kebutuhan mereka.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: