Astronot diizinkan untuk membawa iPhone dan smartphone lainnya dalam misi luar angkasa, termasuk perjalanan ke orbit Bulan. Kebijakan baru ini diambil setelah NASA melonggarkan regulasi mengenai perangkat pribadi yang dapat digunakan oleh astronot.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Keputusan ini diumumkan oleh Administrator NASA, Jared Isaacman, melalui media sosial. Perubahan ini bertujuan untuk menggunakan alat dokumentasi yang lebih relevan dengan teknologi modern.
Kebijakan Baru NASA
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengungkapkan perubahan kebijakan ini di platform media sosial X. Ia menyatakan bahwa langkah ini bertujuan menghadirkan alat dokumentasi yang lebih sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada.
"Yang tak kalah penting, kami menantang aturan yang sudah lama ada dan menguji hardware modern untuk penerbangan luar angkasa dalam jangka waktu yang dipercepat," tambahnya.
Dengan kebijakan baru ini, diharapkan astronot dapat mendokumentasikan pengalaman mereka dengan cara yang lebih spontan dan interaktif menggunakan perangkat yang mereka kenal.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Misi Pertama yang Menerapkan Kebijakan
Misi Crew-12 dan Artemis II merupakan yang pertama menerapkan kebijakan baru ini. Misi SpaceX Crew-12 adalah kolaborasi antara NASA dan SpaceX, direncanakan untuk diluncurkan pada 13 Februari 2026.
Artemis II bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan dan dijadwalkan berangkat pada 6 Maret 2026. Keberanian untuk menerapkan kebijakan ini menunjukkan adaptasi NASA terhadap perkembangan teknologi.
Dengan adanya smartphone, astronot akan memiliki akses lebih besar untuk berbagi pengalaman secara langsung kepada publik, yang sebelumnya tidak dimungkinkan.
Dokumentasi dan Proses Sertifikasi
Sebelumnya, proses dokumentasi di luar angkasa dilakukan hanya menggunakan perangkat kamera profesional yang terbatas. Hanya kamera DSLR Nikon dan beberapa model GoPro yang diperbolehkan untuk misi Artemis II.
Di sisi lain, meskipun iPhone menawarkan cara dokumentasi yang lebih spontan, diperlukan penyesuaian prosedur penerimaan perangkat agar sesuai dengan standar keselamatan yang ketat dari NASA.
Isaacman menambahkan bahwa kebijakan baru ini mendorong NASA untuk mengevaluasi kembali proses yang selama ini panjang dan rumit, demi menjaga keselamatan sambil tetap berinovasi.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: