PT Agrinas Pangan Nusantara mengumumkan bahwa pikap impor dari India telah dirancang untuk beroperasi dengan berbagai jenis bahan bakar, termasuk Bio Solar berkualitas rendah.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa spesifikasi mesin adalah kunci dalam pemilihan kendaraan ini.
Spesifikasi Utama Pikap Mahindra Scorpio
Pikap ini dibekali mesin diesel 2.2 liter mHawk yang dapat menghasilkan tenaga maksimum mencapai 140 tenaga kuda dan torsi 320 Nm.
Transmisi manual dengan enam percepatan meningkatkan efisiensi kendaraan, sementara mode penggerak 2WD dan 4WD dilengkapi fitur 4Low untuk penggunaan di medan berat.
Kemampuan angkutnya mencolok, dengan kapasitas mencapai 1,2 ton dan kemampuan tarik maksimum hingga 2,5 ton.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple
Inovasi Sistem Filtrasi Bahan Bakar
Salah satu daya tarik pikap ini adalah sistem filtrasi ganda yang mampu menjaga performa mesinnya, bahkan ketika menggunakan bahan bakar berkualitas rendah.
Hal ini penting, mengingat kondisi kualitas bahan bakar di Indonesia yang dapat bervariasi dan sering kali tidak memenuhi standar.
Joao Mota menekankan, "Sistem filtrasi ganda ini sangat penting untuk menjaga performa mesin, meski menggunakan Bio Solar CN 48."
Rencana Produksi Kendaraan di Indonesia
Agrinas berkomitmen untuk memperkuat industri otomotif lokal dengan rencana pembangunan bengkel dan diler, serta pabrik yang ditargetkan berdiri pada tahun 2027 atau 2028.
Selain itu, Tata Motors juga diharapkan merencanakan fasilitas produksi di Indonesia pada tahun 2029.
Langkah-langkah ini menunjukkan dedikasi PT Agrinas Pangan Nusantara dalam meningkatkan kemandirian penyediaan kendaraan niaga di dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: