BYD Harapkan Perpanjangan Insentif Mobil Listrik di Indonesia
BYD mengharapkan Pemerintah Indonesia dapat memperpanjang insentif untuk mobil listrik hingga tahun 2026, di tengah pengumuman bahwa insentif yang ada akan segera berakhir tahun ini.
Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kemungkinan tidak akan ada insentif untuk tahun depan, dengan alasan bahwa industri otomotif dinyatakan cukup kuat tanpa dukungan tersebut.
Saat ini, sejumlah insentif masih berlaku dalam industri otomotif, termasuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10% untuk kendaraan listrik.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025, kendaraan listrik yang diproduksi secara lokal dan memenuhi ketentuan TKDN minimal 40% akan mendapatkan manfaat PPN DTP.
Tanpa perpanjangan insentif, produsen seperti BYD berisiko mengalami kerugian, terutama menjelang rencana perakitan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2026.
CEO BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengungkapkan bahwa perkembangan kendaraan listrik yang pesat di Indonesia tidak akan terwujud tanpa dukungan pemerintah.
Eagle Zhao menegaskan komitmen BYD terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan rencana pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang akan beroperasi pada kuartal pertama 2026.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple
Meskipun pertumbuhan penjualan kendaraan listrik masih terpusat di kota-kota besar, Eagle mencatat bahwa konsumen di daerah lain juga ingin melihat perkembangan produk mobil listrik.
Ia memperingatkan bahwa potensi pasar di luar kota besar perlu mendapat perhatian lebih agar pertumbuhan kendaraan listrik dapat merata.
Tantangan seperti penurunan penjualan di tahun 2024 dan 2025 harus dihadapi dengan strategi yang tepat, namun kendaraan listrik berpeluang besar untuk meningkatkan volume industri otomotif.
Eagle Zhao menjelaskan bahwa proses produksi kendaraan listrik tidak akan secepat yang diharapkan, sehingga perlu adanya penciptaan lapangan pekerjaan di sektor manufaktur.
BYD berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya dan berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah terkait insentif kendaraan listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: