Bali Catat 20.000 Wisatawan Mancanegara Per Hari Saat Libur Akhir Tahun 2025
Selama libur akhir tahun 2025, Bali menerima sekitar 20.000 wisatawan mancanegara setiap hari, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Wayan mengharapkan angka ini akan terus meningkat seiring mendekatnya tahun baru, memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata.
Data terbaru menunjukkan bahwa pada bulan Oktober 2025, Bali mencatat 594.853 kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara itu, lebih dari 2,1 juta kunjungan domestik juga dilaporkan pada bulan yang sama.
Musim puncak kunjungan terjadi dari bulan Juni hingga September 2025, dengan angka mencapai 20.000 per hari. Setelah ini, terdapat penurunan selama bulan November hingga pertengahan Desember, yang dikenal sebagai 'low season'.
Namun, Wayan optimis akan ada peningkatan kembali di akhir Desember sejalan dengan pola yang tampak setiap tahun. Peningkatan ini diharapkan akan membantu mengangkat kembali semangat pariwisata Bali.
Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal
I Putu Winastra, Ketua Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Indonesia (ASITA) Bali, mengonfirmasi adanya penurunan kunjungan saat ini. Ia mencatat bahwa banyak wisatawan Eropa Barat memilih untuk bersama keluarga selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Putu juga menyebutkan, pemberitaan negatif mengenai Bali di media sosial berperan dalam memengaruhi persepsi wisatawan. 'Saya juga melihat bahwa pemberitaan terhadap Bali sebagai destinasi sangat masif sekali di media sosial,' ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masalah seperti banjir, sampah, dan kemacetan bisa membuat wisatawan beralih ke negara lain yang dianggap lebih menarik. Untuk itu, perlu ada upaya untuk menyebarluaskan informasi positif mengenai Bali.
Putu menekankan bahwa konektivitas juga menjadi faktor penting bagi keputusan wisatawan. 'Ketika dari Eropa ke Bali ini harganya jauh lebih mahal daripada ke Vietnam, misalnya, orang pasti akan memilih Vietnam,' katanya.
Biaya tiket pesawat yang tinggi, terutama dari wilayah Indonesia bagian timur, berkontribusi pada penurunan daya tarik Bali sebagai destinasi wisata. Hal ini berakibat pada pilihan wisatawan untuk mencari tujuan yang lebih dekat dan terjangkau.
Destinasi seperti Yogyakarta semakin populer karena aksesibilitasnya yang mudah melalui kereta api atau mobil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: