Tradisi Unik Perayaan Natal di Berbagai Negara di Dunia
Natal adalah momen penting yang dirayakan di banyak negara, dengan beragam cara yang membuat perayaannya semakin istimewa. Setiap negara memiliki tradisi unik yang menambah kehangatan suasana perayaan tersebut.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat
Di Amerika Serikat, Natal adalah salah satu perayaan terbesar dengan berbagai ornamen, lampu berwarna, dan pohon Natal yang dihias indah. Rumah-rumah dipenuhi dengan kehangatan suasana yang diciptakan oleh dekorasi yang meriah.
Berbeda di Jepang, hidangan Natal yang paling dikenal adalah ayam goreng dari KFC. Tradisi ini dimulai dari kampanye iklan tahun 1974 yang dinamakan 'Kentucky untuk Natal', sehingga banyak pihak melakukan pemesanan jauh-jauh hari untuk menikmati hidangan ini.
Selain ayam goreng, kue Natal juga menjadi bagian penting dalam perayaan mereka. Masyarakat Jepang menjadikan malam Natal sebagai waktu berkumpul dan menikmati hidangan bersama keluarga.
Natal di Australia dirayakan selama musim panas, di mana warga menghabiskan waktu di pantai dan tempat umum lainnya. Perayaan ini sering kali dimeriahkan dengan berbagai lomba olahraga seperti kriket dan selancar.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Di Inggris, tradisi unik seperti Christmas crackers menjadi daya tarik tersendiri saat makan malam Natal. Pengunjung akan saling menarik cracker yang berisi hadiah kecil dan lelucon, menambah kehebohan suasana perayaan.
Sementara itu, Singapura memiliki acara Christmas Wonderland di Gardens by the Bay. Perayaan ini terkenal dengan instalasi lampu warna-warni yang spektakuler, serta kesempatan untuk berbelanja di Festive Market yang ramai.
Di Filipina, tradisi Ligligan Parul menjadi sorotan utama saat Natal, di mana warga berlomba membuat lentera raksasa. Festival ini menunjukkan kreativitas penduduk setempat dalam menghias kota mereka.
Kanada menyelenggarakan Parade Sinterklas Toronto yang terkenal sebagai salah satu parade terbesar dan tertua di dunia. Dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta, parade ini telah menjadi simbol kebahagiaan selama lebih dari seratus tahun.
Di Norwegia, kehadiran sosok Nisse, makhluk mitos penjaga rumah, menjadi bagian integral dari perayaan. Anak-anak akan menyiapkan bubur nasi di luar rumah sebagai persembahan untuk makhluk tersebut.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: