BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 29 DESEMBER 2025 • 20:31 WIB

Kendala Transportasi dan Cuaca Pengaruhi Kunjungan Wisatawan di Bali

Kendala Transportasi dan Cuaca Pengaruhi Kunjungan Wisatawan di BaliKendala Transportasi dan Cuaca Pengaruhi Kunjungan Wisatawan di Bali

Selama periode liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Bali mengalami penurunan signifikan dalam jumlah wisatawan domestik. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa pengurangan penerbangan domestik menjadi salah satu penyebab utama dalam kondisi ini.

Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China

Menurut Koster, berbagai armada pesawat dari maskapai besar mengalami perawatan, yang berdampak langsung pada ketersediaan kursi penerbangan menuju Pulau Dewata. Data mencatat berkurangnya rute dan frekuensi penerbangan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengurangan Penerbangan ke Bali

Gubernur Wayan Koster menekankan bahwa pada tahun ini, jumlah penerbangan domestik yang beroperasi di Bali berkurang dari 13 menjadi 11 penerbangan. Selain itu, rute penerbangan pun mengalami penyusutan dari 25 menjadi 23 rute, yang menyebabkan kesulitan bagi wisatawan untuk mendapatkan tempat duduk.

Koster menyatakan, "Pesawat Garuda dan Citilink sedang maintenance," saat ia meninjau Bandara I Gusti Ngurah Rai di akhir Desember 2025. Penurunan ini menandakan bahwa masalah armada pada maskapai berpengaruh langsung terhadap ketersediaan penerbangan.

Dengan penurunan ini, banyak calon wisatawan yang merasa terpaksa mengubah rencana liburan mereka. Hal ini memperlihatkan betapa bergantungnya sektor pariwisata di Bali terhadap akses transportasi yang memadai.

Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran

Dampak Cuaca Terhadap Pariwisata

Satu lagi faktor yang mengurangi jumlah kunjungan adalah cuaca yang tidak bersahabat. Koster menambahkan, "Curah hujan tahun ini lebih tinggi, sehingga aktivitas wisata di luar hotel ikut menurun," menggambarkan situasi yang membuat wisatawan lebih memilih untuk tidak beraktivitas di luar ruangan.

Hal ini berakibat pada menurunnya total kunjungan wisatawan, menciptakan suasana libur Nataru yang lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Ketidakstabilan iklim seolah memaksa wisatawan untuk bertahan di dalam ruangan.

Kondisi ini menggambarkan hasil dari dua isu krusial, yaitu pengurangan penerbangan dan cuaca ekstrim, yang mengancam daya tarik Bali sebagai tujuan wisata.

Perubahan Minat Wisatawan Domestik

Selain kendala transportasi dan cuaca, perubahan preferensi wisatawan domestik juga terlihat. Koster mencatat, "Banyak yang memilih liburan ke daerah lain, terutama di Jawa karena akses tolnya bagus," menunjukkan pergeseran minat yang dipicu oleh pembangunan infrastruktur.

Meskipun demikian, Bandara I Gusti Ngurah Rai masih mencatat peningkatan dalam pergerakan penumpang. Selama periode 15-27 Desember 2025, bandara ini melayani sekitar 885 ribu penumpang dengan 427 rata-rata pergerakan pesawat setiap hari.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun didominasi oleh berbagai kendala, aktivitas penerbangan di Bali tetap cukup tinggi. Hal ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Bali di tengah tantangan yang ada.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kendala Transportasi dan Cuaca Pengaruhi Kunjungan Wisatawan di Bali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!