BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 02 JANUARI 2026 • 19:55 WIB

Krisis Pariwisata Angkor Wat: Penurunan Pengunjung Akibat Ketegangan Perbatasan

Krisis Pariwisata Angkor Wat: Penurunan Pengunjung Akibat Ketegangan PerbatasanKrisis Pariwisata Angkor Wat: Penurunan Pengunjung Akibat Ketegangan Perbatasan

Taman Arkeologi Angkor Wat di Kamboja mengalami penurunan signifikan dalam jumlah wisatawan pada tahun 2025. Laporan Angkor Enterprise menunjukkan total kedatangan wisatawan mencapai 955.131 orang, menurun 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Penjualan tiket juga terdampak, turun 6,51 persen dan menghasilkan pendapatan hampir $44,7 juta. Penurunan ini dikaitkan dengan ketegangan perbatasan Kamboja-Thailand yang menghambat akses masuk wisatawan.

Dampak Ketegangan Perbatasan terhadap Pariwisata

Sejak terjadinya ketegangan di perbatasan, jumlah wisatawan asing ke Kamboja mengalami penurunan yang signifikan. Chhay Sivlin, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Kamboja, menyatakan bahwa, "Penutupan gerbang perbatasan darat di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand telah berdampak negatif pada perjalanan wisatawan asing regional, yang menyebabkan penurunan signifikan jumlah wisatawan internasional."

Sebelumnya, wisatawan Thailand menduduki posisi ketiga dalam pasar pariwisata Kamboja, setelah wisatawan Vietnam dan Tiongkok. Menurut laporan Kementerian Pariwisata (MoT), jumlah wisatawan yang tiba melalui gerbang perbatasan darat turun hingga 32 persen dalam 11 bulan pertama tahun ini.

Meskipun tren penurunan ini, ada harapan dari peningkatan jumlah wisatawan yang datang melalui jalur udara. Sekitar 2,6 juta wisatawan tiba dengan pesawat, mencatat peningkatan 21 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Warisan Budaya dan Upaya Promosi Pariwisata

Taman Arkeologi Angkor terletak di wilayah Siem Reap dan merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di Asia Tenggara. Situs ini, yang diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1992, mencakup 401 kilometer persegi dengan 91 kuil kuno dari abad ke-9 hingga ke-13.

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, pemerintah Kamboja berencana menerapkan kebijakan bebas visa bagi wisatawan Tiongkok dari bulan Juni hingga Oktober 2026. Ini diharapkan dapat membangkitkan kembali minat wisatawan yang telah menurun drastis.

Di tengah ketegangan yang terus berlangsung, Kementerian Pariwisata berupaya mempromosikan Angola sebagai tujuan wisata yang aman. Mereka telah mengambil langkah untuk memastikan keselamatan wisatawan dan menjaga stabilitas di negara tersebut.

Statistik Wisatawan dan Perkembangan Terbaru

Laporan dari Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa total kedatangan wisatawan asing ke Kamboja selama 11 bulan pertama tahun ini mencapai 5,17 juta. Dari jumlah tersebut, 2,48 juta orang tiba melalui perbatasan darat, sementara 80.000 lainnya menggunakan jalur air.

Pasca gencatan senjata pada 27 Desember 2025, harapan untuk stabilitas mulai muncul, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Angkor Wat. Kementerian Pariwisata mengungkapkan bahwa otoritas nasional dan lokal akan memantau situasi keamanan dengan cermat.

Kinerja sektor pariwisata sangat penting, mengingat dampaknya terhadap ekonomi lokal dan pendapatan masyarakat yang bergantung pada industri ini.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Mengoptimalkan Stamina dan Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Pariwisata Angkor Wat: Penurunan Pengunjung Akibat Ketegangan Perbatasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!