BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 13 JANUARI 2026 • 11:31 WIB

Kesulitan Generasi Z dalam Mencari Pekerjaan di 2026: Dampak dan Strategi

Kesulitan Generasi Z dalam Mencari Pekerjaan di 2026: Dampak dan StrategiKesulitan Generasi Z dalam Mencari Pekerjaan di 2026: Dampak dan Strategi

Generasi Z menghadapi tantangan besar dalam mencari pekerjaan menjelang tahun 2026, terutama akibat dampak berkelanjutan dari pandemi Covid-19. Banyak dari mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan sosial yang krusial.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik

Fenomena NEET, yang mencatat hampir satu juta anak muda berusia 16-24 tahun yang tidak terlibat dalam pendidikan atau pekerjaan, memperlihatkan betapa sulitnya generasi ini menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif.

Dampak Pandemi dan Kesenjangan Keterampilan

Pandemi Covid-19 telah secara signifikan mengubah banyak aspek kehidupan, khususnya dalam pendidikan dan peluang kerja bagi generasi muda. Laporan dari Office for National Statistics (ONS) memperlihatkan bahwa banyak dari mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan pertama.

Julie Leonard, Chief Impact Officer di Shaw Trust, menyatakan bahwa "pembelajaran daring dan keterbatasan interaksi selama lockdown 2020 menciptakan kesenjangan sosial bagi Generasi Z."

Khususnya, kelompok usia 20 hingga 24 tahun merasakan dampak berupa hilangnya pengalaman kerja serta soft skill akibat berkurangnya interaksi langsung. Leonard juga menambahkan bahwa generasi muda kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan etiket kerja, seperti "komunikasi dan kolaborasi."

Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV

Kesiapan Mental dan Pelatihan di Tempat Kerja

Temuan dari KPMG dan PwC menunjukkan bahwa banyak pekerja muda kekurangan keterampilan penting untuk sukses di tempat kerja. Merespon hal ini, PwC mulai memberikan pelatihan resiliensi dan keterampilan interpersonal pada tahun 2025.

Leonard menegaskan bahwa "Banyak orang muda yang kehilangan tahun-tahun penting di bangku pendidikan tatap muka, sehingga mereka tidak siap untuk memasuki pasar kerja yang telah berubah drastis."

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru dalam pelatihan agar generasi muda bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada. Perusahaan yang berfokus pada pengembangan keterampilan diharapkan dapat membantu generasi Z memiliki keunggulan ketika memulai karier.

Strategi Menghadapi Pasar Kerja

Leonard menyarankan generasi muda untuk menerapkan pendekatan tradisional dalam mencari pekerjaan. "Buat CV, datangi langsung toko-toko, ajak bicara manajer," ujarnya, menekankan pentingnya interaksi langsung.

Ia juga menekankan bahwa usaha kecil dan menengah menjadi tempat yang ideal bagi pencari kerja untuk membangun resiliensi dan kepercayaan diri. "Inilah jenis pekerjaan yang kami lakukan: membimbing, membangun resiliensi, dan membangun kepercayaan diri agar mereka berani melangkah," tuturnya.

Strategi ini mendorong generasi muda untuk aktif berinteraksi dalam pencarian pekerjaan, bukan hanya mengandalkan pengiriman CV yang sering ditolak oleh sistem otomatis.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kesulitan Generasi Z dalam Mencari Pekerjaan di 2026: Dampak dan Strategi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!