BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 23 JANUARI 2026 • 20:33 WIB

Tantangan Hino Motors di Era Persaingan Truk Impor dari China

Tantangan Hino Motors di Era Persaingan Truk Impor dari ChinaTantangan Hino Motors di Era Persaingan Truk Impor dari China

Tahun 2025 diprediksi menjadi momen kritis bagi Hino Motors di Indonesia akibat meningkatnya arus truk impor dari China. Penurunan produksi yang signifikan terindikasi dari persaingan ketat di pasar kendaraan komersial.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan

Direktur Hino Motors Manufacturing Indonesia, Harianto Sariyan, menyebutkan bahwa kapasitas produksi pabrik di Purwakarta saat ini hanya terpakai di kisaran 35 hingga 45 persen, dengan sisa kapasitas yang diperkirakan mencapai 25 persen pada tahun mendatang.

Dampak Serbuan Truk Impor

Hino Motors tidak dapat menampik dampak besar dari peningkatan truk impor dari China. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan proyeksi produksi Hino di 2025 akan turun sebesar 22,6 persen menjadi 18.450 unit.

Penurunan ini mencerminkan pergeseran permintaan di pasar, di mana wholesales Hino yang mencapai 24.158 unit pada 2024 diprediksi bakal anjlok dalam tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa produk Hino berpotensi kehilangan daya saing di pasar lokal.

Harianto menegaskan, "2025 tahun paling suram buat kami, sisa sekitar 25 persen. Karena tahun lalu banyak truk China masuk," pada keterangan pers di pabriknya.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Investasi Hino di Indonesia

Hino Motors telah mengucurkan investasi signifikan untuk membangun fasilitas produksinya di Indonesia, mencakup area seluas 296.000 m² dan bangunan lebih dari 169.000 m². Total nilai investasi mencapai US$112,5 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.

Pabrik ini tidak hanya memproduksi truk, tetapi juga bus, yang saat ini didukung oleh 1.548 tenaga kerja. Merek ini mengklaim memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertinggi untuk kendaraan komersial, mencerminkan komitmen Hino terhadap industri otomotif lokal.

Harianto menambahkan, "Kami sudah memiliki sertifikasi TKDN untuk 31 kendaraan niaga (bus dan truk) dengan persentase 44,35 persen hingga 57,26 persen," menyoroti usaha perusahaan dalam memenuhi standar nasional.

Dampak terhadap Sektor Karoseri Lokal

Dampak serbuan truk import tidak hanya dirasakan oleh Hino Motors tetapi juga sektor karoseri lokal yang mengalami kesulitan. Kendaraan yang diimpor ini datang dalam keadaan siap pakai, berbeda dengan produk lokal yang biasanya memerlukan proses tambahan.

Harianto mengungkapkan, "Asosiasi karoseri sangat berat, karena kalau dari kami itu keluarnya (produk) lari ke karoseri. Kalau truk China itu (sudah termasuk) bodi jadu tinggal pakai," menandakan tantangan yang dihadapi industri lokal dalam mempertahankan daya saing.

Kondisi ini berpotensi mengakibatkan banyak tenaga kerja di sektor karoseri terancam kehilangan pekerjaan, seiring dengan semakin menurunnya permintaan terhadap produk kendaraan niaga buatan lokal.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan Hino Motors di Era Persaingan Truk Impor dari China

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!