Moeldoko: Penghentian Insentif Mobil Listrik Tak Akan Ganggu Industri
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menegaskan bahwa keputusan pemerintah untuk menghentikan insentif mobil listrik tidak akan berdampak signifikan pada industri otomotif.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan
Meski mengejutkan, Moeldoko percaya harga mobil listrik akan tetap terjangkau di masa depan berkat kemajuan teknologi serta persaingan yang semakin ketat.
Keputusan pemerintah untuk menghentikan dua jenis insentif bagi mobil listrik, yaitu untuk kendaraan rakitan lokal Completely Knock Down (CKD) dan untuk import Completely Built Up (CBU), disampaikan Moeldoko sebagai langkah yang seharusnya dapat dipahami oleh pelaku industri.
Ia memprediksi bahwa harga mobil listrik akan meningkat sekitar 10 persen tahun ini, namun hal ini bukanlah sebuah ancaman bagi industri.
Dari sudut pandang industri, kejelasan tentang batasan insentif selama dua tahun merupakan sesuatu yang sudah diprediksi dan dipersiapkan oleh produsen.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Menurut Moeldoko, inovasi menjadi kunci untuk menjaga harga mobil listrik tetap kompetitif. Kemajuan teknologi, khususnya dalam sektor baterai, diharapkan akan mendorong penurunan harga di masa mendatang.
Dia yakin bahwa munculnya banyak model mobil listrik baru di pasaran akan meningkatkan pilihan bagi konsumen.
Persaingan di antara produsen mobil listrik diharapkan akan mendorong efisiensi dan inovasi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen.
Walaupun Moeldoko mencatat ada kekhawatiran dari masyarakat mengenai penghentian insentif ini, ia optimis bahwa konsumen akan merasakan manfaat jangka panjang dari perubahan tersebut.
Kenaikan harga mungkin mengecewakan, namun konsumen akan tetap memiliki banyak pilihan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Moeldoko juga menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan industri otomotif yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: