Senin, 20 OKTOBER 2025 • 21:09 WIB

Pendaratan Darurat Pesawat Air China Akibat Ledakan Power Bank

Author

Pendaratan Darurat Pesawat Air China Akibat Ledakan Power Bank

Pesawat Air China jenis Airbus A321-200 terpaksa melakukan pendaratan darurat di Shanghai setelah power bank yang dibawa salah satu penumpangnya meledak pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota

Insiden yang terjadi sekitar 20 menit setelah lepas landas ini menyebabkan kebakaran di kabin pesawat, namun tidak ada korban jiwa.

Kronologi Insiden Mendarat Darurat

Pesawat Air China itu berangkat dari Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan pada pukul 09.47 waktu setempat, dengan tujuan Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.

Sekitar 20 menit setelah lepas landas, saat pesawat berada di ketinggian, ledakan power bank terjadi. Baterai lithium yang disimpan di kompartemen kabin mengalami overheating dan menyebabkan kebakaran.

Awak kabin berhasil memadamkan api dan mengamankan perangkat tersebut, namun situasi membuat kru pesawat mengambil keputusan untuk melakukan pendaratan darurat.

Pesawat akhirnya mendarat di Bandara Pudong Shanghai pada pukul 11.05 waktu setempat, dan penumpang kemudian dipindahkan ke pesawat pengganti.

Penyebab dan Konsekuensi Kebakaran

Meskipun ledakan tersebut berasal dari baterai lithium, masih belum jelas apakah perangkat tersebut merupakan power bank yang tidak sesuai standar.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Power bank termasuk dalam daftar perangkat elektronik yang mengandung baterai lithium, yang dikenal memiliki risiko kebakaran jika tidak dipakai atau disimpan dengan benar.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan kendaraan udara akibat penggunaan power bank, dan meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan penerbangan.

Pihak berwenang di China telah menerapkan larangan bagi penumpang untuk membawa power bank tanpa sertifikasi keamanan domestik 3C sejak 28 Juni 2025.

Tanggapan Masyarakat dan Maskapai

Setelah insiden ini, banyak masyarakat yang mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai keselamatan penerbangan, terutama terkait penggunaan perangkat elektronik di dalam kabin.

Meskipun tidak ada korban dalam insiden ini, video yang beredar di media sosial menunjukkan penumpang yang panik berteriak, sementara kru pesawat berusaha mengendalikan keadaan.

Air China dan pihak terkait lainnya berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi mengenai penggunaan baterai lithium dan risiko yang menyertainya.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi maskapai penerbangan untuk lebih mengawasi keamanan barang bawaan penumpang.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Mengoptimalkan Stamina dan Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU