Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 13:53 WIB

Pencurian Besar di Museum Louvre: Jejak DNA Membongkar Aksi Perampokan

Author

Pencurian Besar di Museum Louvre: Jejak DNA Membongkar Aksi Perampokan

Pada 19 Oktober 2025, Museum Louvre di Paris menjadi sasaran pencurian yang melibatkan empat orang perampok. Mereka berhasil mencuri delapan perhiasan berharga dengan total estimasi sekitar €88 juta.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple

Jaksa Paris, Laure Beccuau, mengungkapkan bahwa lebih dari 150 jejak DNA dan bukti lainnya ditemukan di lokasi kejadian. Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini memiliki banyak jejak yang bisa dilacak.

Rincian Kejadian dan Bukti yang Ditemukan

Para pencuri yang mengenakan helm, rompi, dan sarung tangan meninggalkan bukti berharga untuk penyidikan. Laure Beccuau menegaskan bahwa analisis jejak-jejak ini sedang dilakukan secepat mungkin.

Mereka berhasil masuk ke Galeri Apollo, tempat penyimpanan perhiasan kerajaan Prancis, dengan cara memanjat balkon museum. Ini menunjukkan perencanaan matang dan keterampilan tinggi dari para pelaku.

Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas sistem keamanan di museum, terutama posisinya serta kemampuan sistem CCTV yang baru-baru ini dievaluasi.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global

Kegagalan Pembongkaran Kotak Display

Rekaman CCTV memperlihatkan pencuri yang awalnya mencoba membuka kotak display dengan gerinda namun gagal. Mereka kemudian beralih ke metode manual dengan membuat lubang kecil untuk mendapatkan akses ke isi kotak.

Meski sistem alarm berfungsi, alarm pertama berbunyi pada pukul 09.34 pagi tetapi tidak menghalangi pelaku. Dua karyawan museum berusaha menghentikan mereka tetapi mundur karena takut akan kemungkinan senjata yang dibawa pencuri.

Insiden ini menunjukkan bahwa meskipun prosedur keamanan telah ada, reaksi karyawan dalam situasi tegang sering kali tidak optimal, yang dapat berbahaya.

Titik Buta dalam Keamanan dan Tindakan Selanjutnya

Laurence des Cars, Direktur Louvre, mengakui bahwa pencuri memanfaatkan titik buta dalam sistem keamanan museum. Setelah kejadian, ia mengusulkan langkah-preventif, termasuk penempatan kantor polisi di dalam museum.

Des Cars juga berencana untuk memperbaiki jaringan CCTV dan membatasi area parkir di sekitar museum untuk mencegah kendaraan parkir terlalu dekat. Ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan peristiwa serupa di masa depan.

Menghadapi situasi ini, Beaudeau berharap sorotan media dapat mempersempit ruang gerak pelaku dan mengingatkan akan pentingnya keamanan di tempat-tempat bersejarah yang merupakan menarik wisatawan.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Koordinasi Komisi XIII DPR RI Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU