Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 11:31 WIB

Menanti Harapan dan Tantangan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur

Author

Menanti Harapan dan Tantangan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur

Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kini menjadi sorotan karena banyak yang menjadikannya sebagai calon pengganti Jakarta yang krisis ruang dan polusi. Namun, IKN juga berisiko menjadi kota hantu di tengah harapan untuk menyebar merata pembangunan di Indonesia.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Meskipun pengunjung mengagumi kemodernan dan kebersihan IKN, mereka merasakan suasana yang sepi, yang menimbulkan pertanyaan tentang masa depannya sebagai ibu kota baru Indonesia. Banyak yang berharap agar IKN dapat memenuhi ekspektasi sebagai pusat pemerintahan dan pengembangan masa depan.

Kondisi IKN dan Harapan Wisatawan

Dari kunjungan ke IKN, seorang wisatawan asal Sulawesi, Clariza, mencatat, 'Rasanya seperti Singapura. Bersih, modern, seperti sesuatu yang mustahil di tengah hutan.' Meskipun demikian, Clariza merasa ketidaknyamanan akibat kesunyian kawasan tersebut.

Clariza juga menyampaikan optimisme terhadap IKN, berharap pembangunan dapat lebih terpusat di luar Pulau Jawa. 'Bagi kami yang tinggal di wilayah timur, terasa lebih terpusat kalau ibu kota berada di sini,' ujarnya.

Walaupun berbagai fasilitas seperti Istana Garuda dan Taman Kusuma Bangsa sudah terbangun, ia menambahkan, 'Tapi juga terasa aneh dan sepi. Belum ada siapa-siapa di sini,' menekankan kekhawatiran terhadap masa depan kawasan tersebut.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Perkembangan Infrastruktur dan Target Pemerintah

Dalam rangka mewujudkan IKN sebagai ibu kota baru, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 menetapkan target pembangunan dalam tiga tahun ke depan. Ini mencakup pengembangan kawasan inti pusat pemerintahan seluas 800-850 hektare dan pencapaian 20% pembangunan gedung di IKN.

Perpres tersebut juga menyatakan bahwa pembangunan hunian yang layak dan terjangkau harus mencapai 50%. Selain itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diusulkan untuk mengadakan kantornya di IKN, menandakan komitmen pemerintah terhadap percepatan pembangunan.

Selama libur Lebaran 2025, IKN tercatat menarik 64 ribu pengunjung, menunjukkan minat yang signifikan di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara.

Dampak Pembangunan bagi Komunitas Lokal

Masyarakat lokal, khususnya suku Balik yang tinggal di tepi Sungai Sepaku, merasakan dampak langsung dari proyek pembangunan IKN. Petani dan nelayan setempat, seperti Arman, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai perubahan lingkungan dan risiko bencana banjir yang semakin memburuk.

'Air itu hanya mengalir ke IKN,' keluh Arman, mengungkapkan kesulitan akses air bersih bagi masyarakat setempat. Walaupun mereka tidak mendapatkan fasilitas yang sama, masih ada harapan untuk merasakan keuntungan dari keberadaan ibu kota baru.

'Kalau proyek ini berhenti, kami kehilangan segalanya, tetapi kalau terus berjalan tanpa melibatkan kami, kami juga kehilangan,' tegas Arman, menunjukkan dilema besar antara kemajuan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.

Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU