Sebuah video yang viral memperlihatkan turis Thailand, Jack Papho, menari telanjang dada di atap mobil di Fujikawaguchiko, Jepang, membuat banyak pihak geram.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
Aksi ini tidak hanya menarik perhatian warganet, tetapi juga menimbulkan reaksi keras dari pemerintah Thailand dan pihak berwenang Jepang.
Kecaman dan Kontroversi Masyarakat
Video berdurasi satu menit yang diunggah pada 17 November 2025 ini menuai kritik tajam dari pengguna internet di Thailand. Banyak yang mengecam tindakan tidak pantas Jack Papho yang dianggap akan memperkuat stereotip negatif tentang bangsa mereka.
Seorang pengguna Facebook bahkan mengajukan surat terbuka kepada Direktur Jenderal Departemen Urusan Konsuler Thailand, meminta agar paspor Jack dicabut. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa perilakunya berpotensi merusak reputasi Thailand di mata dunia.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR
Respon dari Pemerintah dan Otoritas Jepang
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, memberikan respons tegas terhadap video tersebut. Ia menekankan bahwa tindakan Jack Papho bisa berdampak negatif pada citra pariwisata Thailand dan pentingnya kesadaran budaya saat berkunjung ke luar negeri.
Di sisi lain, warganet di Jepang turut mengajukan desakan untuk mencabut visa Jack dan melarangnya berkunjung ke Jepang di masa mendatang. Tindakan ini didasarkan pada Undang-Undang Paspor 1977 yang mengatur pelanggaran yang mengancam ketertiban umum.
Pernyataan Jack Papho dan Dampaknya
Menanggapi kritik yang datang bergelombang, Jack Papho menyatakan bahwa ia tidak akan menghapus videonya dan mengaku bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Ia mengucapkan, "Saya menerima semua kritik dan meminta maaf."
Namun, meskipun sudah tidak dapat diakses, video tersebut menunjukkan dampak signifikan terhadap reputasi pribadinya. Kontroversi ini menegaskan pentingnya kesadaran budaya bagi para turis dan dampak dari satu tindakan terhadap pandangan masyarakat terhadap sebuah negara.
Baca juga: Uya Kuya Jadi Sorotan Setelah Rumahnya Dijenangi Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: