Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 14:27 WIB

Insentif Bea Masuk Mobil Listrik Tidak Diperpanjang: Fokus pada Mobil Nasional

Author

Insentif Bea Masuk Mobil Listrik Tidak Diperpanjang: Fokus pada Mobil Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa insentif bea masuk nol persen untuk mobil listrik tidak akan diperpanjang hingga 2026.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Anggaran tersebut akan dipindahkan untuk mendukung pengembangan mobil nasional sebagai langkah untuk memajukan industri otomotif dalam negeri.

Keputusan Pemerintah Mengenai Insentif Mobil Listrik

Airlangga Hartarto menyatakan bahwa keputusan untuk tidak memperpanjang insentif mobil listrik, yang berakhir pada 31 Desember 2025, bertujuan untuk memberikan fokus pada pengembangan mobil nasional.

Dia menegaskan bahwa anggaran insentif akan dialihkan agar bisa berkontribusi dalam meningkatkan industri otomotif lokal. “Anggaran insentif mobil listrik mau dialihkan ke mana? Anggarannya tentu kita punya perencanaan mobil nasional,” ujarnya.

Pemberian insentif dalam bentuk penghapusan bea masuk nol persen untuk impor unit completely built up (CBU) mobil listrik telah berjalan sejak Februari 2024 dan diikuti oleh enam perusahaan otomotif.

Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran

Dampak terhadap Produsen dan Industri Otomotif

Enam perusahaan yang telah memanfaatkan insentif ini antara lain BYD, Vinfast, Geely, dan lainnya. Mereka diharuskan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) selama masa kewajiban produksi, yang dimulai tahun 2026.

Jika mereka tidak memenuhi syarat tersebut, pemerintah berhak mengklaim Bank Garansi untuk membayar utang produksi yang timbul dari program ini.

“Pemerintah sudah memberikan berbagai insentif, jadi mereka tinggal buat (mendirikan pabrik),” jelas Airlangga, yang mengingatkan para produsen untuk mewujudkan janji mereka dalam membangun pabrik di Indonesia.

Investasi dan Perspektif Masa Depan

Airlangga juga menyoroti pentingnya produsen otomotif yang telah menikmati insentif untuk segera menindaklanjuti janji mereka dalam berinvestasi di Indonesia.

Dia memberikan contoh VinFast yang telah melakukan investasi serta mendirikan pabrik, yang seharusnya menjadi acuan bagi produsen lainnya. “Existing, dan VinFast bisa melakukan kedua-duanya (investasi dan membuat pabrik),” ungkapnya.

Keputusan ini mencerminkan langkah strategis pemerintah untuk memastikan bahwa perkembangan industri mobil nasional tidak hanya bergantung pada insentif tetapi juga pada komitmen nyata dari para pelaku industri.

Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU