Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:19 WIB

Meneliti Penyusutan Bulan dan Implikasi terhadap Aktivitas Seismik

Author

Meneliti Penyusutan Bulan dan Implikasi terhadap Aktivitas Seismik

Bulan kini mengalami penyusutan yang dapat berpotensi memicu aktivitas gempa. Temuan ini muncul dari studi terbaru yang dipublikasikan di The Planetary Science Journal.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani

Dengan pemetaan global, para peneliti berhasil mengidentifikasi bukti aktivitas tektonik yang dapat berdampak signifikan pada eksplorasi Bulan di masa depan.

Perbedaan Gempa Bulan dan Gempa Bumi

Bulan dan Bumi memiliki kekuatan tektonik, namun cara kerjanya berbeda. Kerak Bumi terbagi ke dalam lempeng-lempeng yang saling bergerak dan berinteraksi, menghasilkan berbagai fitur geologis.

Sementara itu, Bulan tidak memiliki tektonik lempeng dan kekuatan terpusat dalam satu kerak. Hal ini menghasilkan pembentukan permukaan yang khas di Bulan, seperti lobate scarps yang terbentuk akibat kompresi.

Lobate scarps menandakan aktivitas tektonik yang terjadi dalam satu miliar tahun terakhir. Penelitian mendalam mengenai aktivitas ini menjelaskan potensi penyusutan Bulan lebih lanjut.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Penyusutan Bulan dan Aktivitas Tektonik yang Teramati

Penelitian tahun 2010 oleh Tom Watters menunjukkan bahwa Bulan mengalami penyusutan bertahap. Proses pendinginan internal Bulan menyebabkan permukaan yang mengerut.

Gaya kompresi ini menciptakan tebing berlekuk, dan pengidentifikasian Small Moon Ridges (SMRs) baru juga menjadi bukti aktiviti tektonik bulan. SMRs ini terbentuk akibat gaya kompresi yang menyebar di lunar maria.

Tim peneliti menyusun peta SMRs yang sistematis, memperdalam pemahaman mengenai aktivitas tektonik di Bulan dan dampak penyusutannya.

Implikasi Penemuan terhadap Misi Eksplorasi Bulan

Peningkatan aktivitas tektonik Bullan membawa implikasi untuk misi eksplorasi ke depan. Dengan adanya informasi tentang SMRs, potensi gempa bisa terjadi di lokasi-lokasi tertentu.

Ilmuwan kini dapat memperluas peta sumber gempa Bulan guna mempelajari lebih lanjut tentang strukturnya. Namun, hal ini juga menyiratkan risiko seismik bagi astronaut yang menjelajahi Bulan.

Cole Nypaver mengungkapkan bahwa, "Kita berada di masa yang sangat menarik bagi ilmu pengetahuan dan eksplorasi bulan". Ini menekankan pentingnya pemahaman aktivitas seismik untuk keberhasilan misi eksplorasi mendatang.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU