Pemerintah Korea Selatan mengumumkan rencana uji coba kebijakan bebas visa bagi wisatawan Indonesia guna menarik lebih banyak pengunjung dari negara tersebut.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan
Kebijakan ini bertujuan untuk mempermudah akses bagi turis dan meningkatkan kunjungan dari kawasan Asia Tenggara.
Kebijakan Bebas Visa untuk Turis Indonesia
Dalam kebijakan yang baru diperkenalkan, wisatawan Indonesia berkelompok tiga orang atau lebih dapat melakukan perjalanan tanpa visa. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Lee Jae Myung dan Perdana Menteri Kim Min-seok dalam pertemuan resmi yang membahas strategi pariwisata.
Dengan kebijakan ini, Korea Selatan berharap untuk meningkatkan arus kedatangan dari negara-negara Asia Tenggara lainnya, tidak hanya Indonesia.
Kebijakan ini juga diharapkan memberikan kemudahan bagi wisatawan dari China dan negara Asia Tenggara lainnya, dengan syarat baru yang memungkinkan pengajuan visa multiple-entry yang berlaku hingga lima tahun.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple
Perluasan Gerbang Imigrasi Otomatis
Korea Selatan berencana untuk memperluas penggunaan sistem gerbang imigrasi otomatis bagi wisatawan internasional, yang sebelumnya terbatas untuk 18 negara seperti Jepang dan Australia. Kini, fasilitas ini juga akan mencakup warga negara anggota Uni Eropa.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses masuk di bandara, memberikan kenyamanan lebih bagi para pengunjung. Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk mendorong perkembangan pariwisata di luar kota Seoul.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi juga merencanakan peningkatan penerbangan internasional langsung menuju bandara regional dengan menawarkan insentif bagi maskapai.
Kampanye Meningkatkan Pariwisata Jangka Panjang
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemerintah Korea Selatan akan meluncurkan kampanye 'Visit Korea 2027-2029' yang berfokus pada promosi pengalaman wisata yang bervariasi, dari K-beauty hingga K-food. Kampanye ini bertujuan untuk menarik pengunjung dengan menawarkan pengalaman yang lebih luas.
Presiden Lee Jae Myung menekankan bahwa pariwisata harus diposisikan sebagai industri strategis nasional. Ia menyatakan bahwa bukan hanya menjual destinasi, tetapi juga menciptakan pengalaman yang berkesan bagi turis.
Sebagai langkah proaktif, pemerintah juga akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik kenaikan harga yang tidak wajar, dengan sanksi bagi bisnis yang tidak mematuhi harga yang tertera.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: