Jumat, 13 MARET 2026 • 11:40 WIB

Suhu Panas Melanda Jawa Tengah, BMKG Berikan Penjelasan

Author

Suhu Panas Melanda Jawa Tengah, BMKG Berikan Penjelasan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peningkatan suhu yang dirasakan cukup tinggi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, dengan fokus pada Kabupaten Cilacap. Fenomena ini diakibatkan oleh pergerakan semu matahari menuju belahan bumi utara.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak

Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, menjelaskan bahwa cuaca saat ini cenderung cerah dengan tutupan awan yang minim, memungkinkan sinar matahari menyinari permukaan bumi secara langsung.

Pantauan Suhu Terkini

Pada 12 Maret 2026, suhu udara maksimal di Cilacap tercatat mencapai 32,6 derajat Celsius, masih dalam kategori normal jika dibandingkan dengan rata-rata suhu klimatologi selama 30 tahun terakhir.

Teguh Wardoyo menambahkan bahwa pada bulan Maret tahun 2012, suhu maksimum di Cilacap mencapai 35,3 derajat Celsius. "Suhu udara yang terjadi saat ini masih di kisaran 33 derajat Celsius," ungkapnya.

Ini menunjukkan bahwa suhu saat ini berada di bawah catatan tertinggi pada tahun 2012, yang bisa diartikan sebagai indikasi stabilitas cuaca di kawasan tersebut.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Prediksi Suhu dan Curah Hujan

BMKG memperkirakan suhu udara akan meningkat seiring dengan pergerakan semu matahari. Teguh menjelaskan bahwa saat ini, arah angin di Cilacap didominasi oleh angin barat dengan kecepatan antara 5-30 kilometer per jam.

Hingga 12 Maret 2026, diperkirakan ada tujuh hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Tetapi, cuaca diprediksi cenderung cerah hingga berawan, dengan suhu maksimum mencapai sekitar 33 derajat Celsius.

Pada Maret, curah hujan di Cilacap bagian tengah, timur, dan selatan diperkirakan berkisar antara 151 hingga 300 milimeter per bulan. Sementara itu, Cilacap bagian barat diprediksi akan mengalami curah hujan antara 301 hingga 400 milimeter.

Transisi Cuaca Menuju Musim Kemarau

Saat ini, belum ada tanda-tanda kuat transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Teguh menyatakan bahwa beberapa wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, kemungkinan akan memasuki musim kemarau lebih awal pada bulan April 2026.

"Belum ada tanda-tanda, tapi kelihatannya segera masuk transisi pada dasarian ketiga bulan Maret," tambahnya. Ini mengisyaratkan bahwa masyarakat perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.

Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU