Fenomena Santet dalam Masyarakat Indonesia: Tradisi, Mitos, dan Dampak Sosial
Santet menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan dalam masyarakat Indonesia.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat
Keberadaannya seringkali menciptakan ketakutan dan rasa was-was di kalangan orang-orang yang percaya akan kekuatan gaib tersebut.
Santet adalah praktik sihir yang diyakini dapat membahayakan orang lain melalui kekuatan gaib.
Asal usulnya bisa ditelusuri ke berbagai budaya di Indonesia, di mana setiap daerah memiliki cara dan tradisi tersendiri.
Secara etimologi, kata 'santet' berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'menyentuh' atau 'menyerang'.
Dalam konteks ini, santet menjadi sinonim untuk segala bentuk serangan spiritual yang dianggap bisa merugikan.
Banyak mitos yang beredar mengenai santet.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Sejumlah orang percaya bahwa santet dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu, bahkan tanpa sepengetahuan korban.
Kepercayaan ini memperkuat rasa was-was dalam masyarakat, di mana seseorang bisa merasa terancam oleh aksi santet meski tidak ada bukti konkret.
Terlebih, ada yang menganggap bahwa wajah orang yang terkena santet bisa mengalami perubahan.
Dampak santet terhadap kehidupan sosial sangat signifikan.
Di beberapa tempat, orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan santet sering dihindari atau bahkan dijauhi oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: