BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 25 OKTOBER 2025 • 08:44 WIB

Penggunaan Etanol sebagai Campuran BBM di Indonesia

Penggunaan Etanol sebagai Campuran BBM di IndonesiaPenggunaan Etanol sebagai Campuran BBM di Indonesia

Masyarakat Indonesia kini tengah mempertimbangkan penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan mulai diterapkan pada 2027. Harga etanol murni dengan konsentrasi 100 persen diperkirakan berada di angka Rp 16 ribu per liter.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Menurut Profesor Ronny Purwadi dari Institut Teknologi Bandung, harga tersebut bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor. Etanol anhydrous ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.

Harga dan Karakteristik Etanol

Etanol, sebagai senyawa yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif, memiliki karakteristik yang cukup menarik. Menurut penjelasan Profesor Ronny Purwadi, etanol anhydrous bersifat hampir murni dengan kandungan air yang minimal, yakni hanya 0,5 persen.

Penerapan etanol sebagai bahan bakar dapat berdampak pada biaya yang harus ditanggung masyarakat. Contohnya, bila etanol dicampur hingga 10 persen ke dalam BBM (E10), maka ada tambahan biaya sekitar Rp 1.600 per liter dari harga etanol murni tersebut.

Dari hitung-hitungan kasar, jika harga etanol E100 adalah Rp 16.000 per liter, biaya tambahan tersebut dianggap tidak terlalu signifikan tetapi dapat terasa bila digunakan dalam jumlah banyak.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Dukungan Pemerintah terhadap Penggunaan Etanol

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana menerapkan penggunaan etanol sebesar 10 persen (E10) mulai tahun 2027. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini masih dalam tahap kajian.

Diperlukan kesiapan pabrik etanol dalam negeri sebelum kebijakan ini diterapkan. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah mendorong produksi etanol domestik untuk mengurangi ketergantungan pada impor bensin yang mencapai 27 juta ton per tahun.

Strategi ini dinilai penting untuk mencapai kemandirian energi di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi Nasional dan mendukung penggunaan sumber energi terbarukan.

Manfaat dan Tantangan Etanol sebagai Bahan Bakar

Penggunaan etanol sebagai campuran BBM tidak hanya memberikan alternatif sumber energi, tetapi juga memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mencapai target energi terbarukan.

Namun, tantangan yang dihadapi adalah kesiapan industri dan infrastruktur terkait. Masyarakat dan pelaku industri diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan ini, sementara pemerintah perlu memastikan bahwa pasokan dan distribusi etanol berjalan lancar.

Kebijakan ini juga akan diuji coba untuk memastikan efektivitas dan dampaknya terhadap harga dan ketersediaan BBM di seluruh Indonesia. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan tantangan ini dapat diatasi untuk menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penggunaan Etanol sebagai Campuran BBM di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!