BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 15:07 WIB

Dinamika Pasar Kurma Global: Isu Penjualan Kurma Israel dan Tantangan Labeling

Dinamika Pasar Kurma Global: Isu Penjualan Kurma Israel dan Tantangan LabelingDinamika Pasar Kurma Global: Isu Penjualan Kurma Israel dan Tantangan Labeling

Pasar kurma global belakangan ini mencuat ke permukaan seiring dengan dugaan penjualan kurma dari Israel yang disamarkan labelnya. Tuduhan ini berkaitan dengan produk dari permukiman di Tepi Barat yang diduga memasuki Uni Eropa lewat jalur logistik tidak langsung.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Berbagai sumber melaporkan bahwa praktik ini dikenal sebagai date laundering dan diduga melanggar regulasi pelabelan produk yang telah ditetapkan oleh Uni Eropa. Hal ini menambah kompleksitas dalam pasar yang sedang berkembang ini.

Tuduhan Date Laundering dan Pertumbuhan Pasar

Pasar kurma global menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan estimasi nilai pasar mencapai US$32,7 miliar pada tahun 2025. Proyeksi ini menunjukkan peningkatan menjadi US$34,5 miliar pada tahun 2026, seiring dengan meningkatnya permintaan di Timur Tengah dan Afrika, yang kini menguasai lebih dari 85% pangsa pasar.

Mesir menempati posisi teratas dalam produksi kurma dunia, dengan lebih dari 1,7 juta ton per tahun. Sementara itu, Israel juga berkontribusi dalam ekspor jenis kurma premium seperti Medjool, meskipun volume produksi yang dihasilkan relatif lebih kecil dibandingkan negara-negara lainnya.

Adaptasi dalam pasar kurma tersebut membawa potensi tantangan, terutama dalam hal kejelasan labeling, yang kini dipertanyakan oleh banyak pihak.

Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial

Dampak Labeling pada Konsumen dan Regulasi

Data menunjukkan bahwa Israel mengekspor sekitar 35.000 ton kurma setiap tahun, tetapi hanya 8.800 ton yang berasal dari wilayah yang diakui secara internasional. Angka ini menimbulkan kekhawatiran mengenai transparansi dalam distribusi kurma, khususnya yang berasal dari permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Pihak berwenang Uni Eropa menetapkan syarat agar produk dari permukiman tersebut harus mencantumkan asal yang jelas. Hal ini bertujuan untuk mencegah penipuan konsumen serta memastikan bahwa mereka mendapatkan informasi yang benar tentang asal usul produk yang digunakan.

Meningkatnya kesadaran terkait isu sumber etis di Eropa menambah tekanan bagi produsen untuk mematuhi peraturan ini. Kesadaran konsumen yang tinggi membuat tantangan ini semakin nyata dalam industri kurma.

Kampanye Boikot dan Pengaruhnya terhadap Sektor Pertanian

Dalam situasi konflik yang masih berlangsung di Gaza, Israel menjadi sasaran tekanan signifikan dari kampanye boikot yang semakin meluas, terutama di Eropa. Beberapa peritel, seperti Co-op di Inggris, telah mulai menghentikan pengadaan produk dari Israel.

Tekanan ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi sektor pertanian Israel yang kini menghadapi gangguan logistik serta dampak ekonomi dari boikot global. Meskipun demikian, permintaan akan kurma tetap tinggi menjelang bulan Ramadan, yang memberikan harapan di tengah kondisi yang menantang.

Adaptasi sektor pertanian dalam menghadapi dinamika ini menunjukkan ketahanan meskipun situasi sulit yang harus mereka hadapi.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dinamika Pasar Kurma Global: Isu Penjualan Kurma Israel dan Tantangan Labeling

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!